Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Canda Prabowo Tanya Kepala BNPB, TNI Bantu Bikin Sumur Bor Tak Dibayar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya sih...
  • Presiden Prabowo bertanya kepada Kepala BNPB soal pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
  • Suharyanto menjelaskan bahwa biaya membangun sumur bor sekitar 100 meter berkisar Rp100 juta sampai Rp150 juta, termasuk ongkos kerja petugas.
  • Prabowo bertanya apakah prajurit TNI yang dikerahkan untuk membangun sumur bor tidak dibayar, membuat hadirin tertawa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kelakar kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, soal pembangunan sumur bor di daerah terdampak bencana Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Prabowo bertanya, apakah membayar prajurit TNI yang dikerahkan untuk membangun sumur bor.

Hal tersebut dilontarkan Prabowo saat rapat bersama dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga usai meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).

Awalnya, Suharyanto memaparkan soal skema sumur bor yang dilakukan Polri, TNI, dan BNPB.

"Ada beberapa skema, untuk yang dibangun Polri itu kedalaman 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan. Kemudian yang dibangun Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100 sampai 200 meter, itu yang untuk minum. Jadi semuanya sudah dilaksanakan, memang masih kurang, Bapak. Ini dilaksanakan terus. Tapi untuk sehari-hari saya rasa cukup karena mobil tangki air juga terus tiap hari berjalan, Bapak," ucap Suharyanto.

Prabowo pun bertanya berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter.

"Rp100 juta sampai Rp150 juta, Bapak," jawab Suharyanto.

Suharyanto pun menjelaskan, dengan kisaran harga tersebut, sudah termasuk instalasi air, tangki air, dan bisa langsung diambil oleh masyarakat.

Menanggapi hal itu, Prabowo menyebut, biaya yang dibutuhkan untuk membuat sumur bor termasuk murah.

"Maaf ya, kalau satu bor Rp150 juta itu saya anggap relatif termasuk murah," tuturnya.

Prabowo lantas bertanya apakah harga itu termasuk ongkos kerja petugas yang membangun sumur bor. Ia pun berkelakar dengan bertanya apakah prajurit TNI yang dikerahkan tidak dibayar.

"Termasuk ongkos bekerja gak?" tanya Prabowo.

"Termasuk ongkos bekerja, Bapak," jawab Suharyanto.

"Atau kalian pakai tentara gak dibayar gitu?" tanya Prabowo lagi sembari tertawa.

"Saya anggap itu relatif murah, karena saya dulu ngebor agak besar. Tapi memang tergantung tanah (kedalaman yang dibor)," sambung Prabowo.

Sontak kelakar itu membuat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak yang juga hadir ikut tertawa.

Suharyanto pun memastikan, membayar prajurit TNI yang dikerahkan membangun sumur bor.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Zohran Mamdani Resmi Jadi Wali Kota New York, Dilantik Pakai Al-Quran

01 Jan 2026, 17:49 WIBNews