Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Muhammadiyah Perluas Perlindungan Pekerja
BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah beserta sejumlah majelis di dalamnya. (Dok. BPJS Ketenagakerjaan)
  • BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah menandatangani Nota Kesepahaman serta PKS untuk memperluas perlindungan pekerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
  • Kolaborasi ini mencakup seluruh ekosistem Muhammadiyah, termasuk pekerja rentan, pelaku UMKM, serta pengembangan layanan tambahan di bidang keuangan, pendidikan, dan peningkatan kapasitas SDM.
  • Penandatanganan kerja sama konkret dilakukan oleh berbagai pihak dari BPJS Ketenagakerjaan dan PP Muhammadiyah sebagai langkah memperkuat perlindungan sosial serta ketahanan ekonomi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPJS Ketenagakerjaan dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menandatangani Nota Kesepahaman serta Perjanjian Kerja Sama untuk memperluas perlindungan pekerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
  • Who?
    Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, disaksikan sejumlah pejabat dari kedua lembaga.
  • Where?
    Kegiatan penandatanganan berlangsung di Yogyakarta, melibatkan jajaran pengurus pusat Muhammadiyah serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
  • When?
    Acara dilaksanakan pada Jumat, 24 April, sesuai jadwal resmi yang diumumkan oleh kedua pihak dalam kegiatan tersebut.
  • Why?
    Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan serta memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja di seluruh ekosistem Muhammadiyah.
  • How?
    Peningkatan dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman, pengembangan layanan tambahan, riset bersama, serta program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah beserta sejumlah majelis di dalamnya.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Yogyakarta pada Jumat (24/4). Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor.

“Hari ini kami menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah sebagai langkah strategis dalam mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Saiful.

1. Perlindungan pekerja menjangkau seluruh ekosistem Muhammadiyah

BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah beserta sejumlah majelis di dalamnya. (Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada perlindungan pekerja di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga diperluas hingga menjangkau seluruh ekosistem Muhammadiyah.

“Kerja sama ini bukan hanya memberikan perlindungan bagi pekerja di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga kami perluas ke seluruh ekosistemnya. Kita memahami bahwa dalam ekosistem Muhammadiyah terdapat berbagai komponen masyarakat yang juga perlu mendapatkan perlindungan,” katanya.

Saiful menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi sangat penting mengingat Muhammadiyah memiliki jaringan luas hingga ke lapisan masyarakat terdalam serta komitmen kuat dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan umat.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong perlindungan yang lebih menyeluruh bagi pekerja indonesia, khususnya pekerja rentan, pelaku UMKM, dan komunitas masyarakat produktif, sekaligus memperkuat edukasi dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama ini juga akan diperkuat melalui pengembangan manfaat dan layanan tambahan yang terintegrasi.

“Kami tidak hanya menghadirkan perlindungan sosial, tetapi juga memperluas manfaat melalui layanan tambahan dengan menggabungkan kekuatan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah. Kerja sama ini juga mencakup di bidang investasi, yang akan dieksplorasi dan dikembangkan melalui kajian bersama dengan mengedepankan potensi serta kapasitas yang dimiliki sesuai tugas dan fungsi BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah.” katanya.

2. Komitmen Muhammadiyah memperkuat layanan dan perlindungan tenaga kerja

BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah beserta sejumlah majelis di dalamnya. (Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Ia juga menyoroti potensi pengembangan layanan yang memberikan nilai tambah bagi pekerja, khususnya di bidang keuangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Tentu ini menjadi hal yang dapat kita kembangkan bersama, termasuk menghadirkan layanan keuangan bagi para pekerja di lingkungan Muhammadiyah maupun dalam ekosistemnya,” ujarnya.

Saiful menambahkan bahwa kerja sama di bidang pendidikan tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga diarahkan pada pengembangan program pembelajaran yang mampu meningkatkan kapasitas tenaga kerja. Ia menekankan bahwa di tengah persaingan global, termasuk pesatnya perkembangan gig economy dan pekerja digital, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, melainkan harus mampu menjadi pelaku yang kompetitif.

“Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bersama-sama mendorong upskilling dan reskilling tenaga kerja agar semakin kompetitif dan mampu bersaing pada era digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret Muhammadiyah bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat layanan dan perlindungan tenaga kerja. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh elemen di dalamnya, sekaligus mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat luas.

“Kami terus berusaha meningkatkan kesejahteraan, namun pada saat yang sama Muhammadiyah juga menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas. Karena itu, bersama BPJS Ketenagakerjaan kami akan melakukan langkah-langkah konkret dalam penguatan layanan dan perlindungan tenaga kerja,” ujarnya.

Haedar juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat sistem perlindungan sosial.

“Kami berharap seluruh institusi pemerintahan dan komponen bangsa dapat bergerak bersama, menyatukan langkah. Ini merupakan agenda penting bagi kita semua untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan sosial, baik bagi mereka yang telah bekerja maupun yang belum memiliki pekerjaan,” katanya menegaskan.

3. Penandatanganan perjanjian kerja sama sebagai langkah konkret

BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka mendorong optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah beserta sejumlah majelis di dalamnya. (Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Sebagai tindak lanjut konkret, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, antara lain terkait optimalisasi perlindungan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, bersama Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin.

Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ditandatangani oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji.

Dalam semangat kolaborasi yang lebih luas, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka ruang sinergi dengan berbagai komunitas, organisasi, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memperluas perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup keterangannya, Saiful Hidayat menegaskan keyakinannya bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan perlindungan yang lebih luas, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja Indonesia, sekaligus membawa keberkahan yang Rahmatan Lil Alamin,” kata Saiful Hidayat. (WEB)

Editorial Team