Comscore Tracker

Dinas Kesehatan: 4.000 Orang Alami Gangguan Jiwa di Tangerang 

Sebanyak 65 orang gangguan jiwa masih dipasung

Kabupaten Tangerang, IDN Times - Jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Tangerang, Banten, terus meningkat. Data di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebutkan, sejak 2017 hingga sekarang, tercatat ada 4.000 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dari jumlah itu, 65 penderita dipasung.

Jumlahnya yang terus meningkat, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjadikan hal ini sebagai fokus utama untuk ditangani. Tindakan yang telah dilakukan yakni mengevakuasi dan mengirim puluhan ODGJ secara berkala ke RS Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.

Langkah ini sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ada di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100, PP Nomor 2 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019, yang menyebutkan bila ODGJ wajib mendapatkan pelayanan kesehatan dan tidak boleh ditelantarkan.

Baca Juga: Meriahnya Perayaan Kemerdekaan ala Orang-orang dengan Gangguan Jiwa

1. Jumlah ODGJ yang dipasung meningkat

Dinas Kesehatan: 4.000 Orang Alami Gangguan Jiwa di Tangerang IDN Times/Candra Irawan

Kasi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Tangerang, Mochamad Bachtiar mengatakan, kasus ODGJ baru benar-benar mendapatkan perhatian Pemkab Tangerang sejak 2017 lalu, atau sejak seksi kesehatan jiwa di Dinkes setempat terbentuk.

"Kasus pasung ODGJ memang awalnya di 2017 itu hanya 7 kasus pasung, tetapi ketika kita sosialisasikan di 2018, kasus itu membengkak jadi 40 lebih. Kemudian di tahun ini ada 20 kasus baru yang kami temukan kembali, hingga seluruhnya ada 65 kasus pasung terhadap ODGJ terjadi," jelas Bachtiar kepada IDN Times, Jumat (23/8).

2. Dinkes temukan 4.000 kasus ODGJ

Dinas Kesehatan: 4.000 Orang Alami Gangguan Jiwa di Tangerang IDN Times/Candra Irawan

Bachtiar menjelaskan, dari total jumlah penduduk di atas usia 12 tahun, ada 0,13 persen atau 4.000 ODGJ berat di Kabupaten Tangerang. Dinkes sendiri sampai saat ini sudah menangani 83 persen kasus ODGJ dari jumlah yang ada.

"Kasusnya meningkat, sekarang sudah harus masuk ke SPM menurut Permendagri Nomor 100, PP Nomor 2 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019. Di antaranya ODGJ itu harus diberikan pelayanan kesehatan dan tidak boleh ditelantarkan," ujarnya.

3. Pemerintah tidak tangani ODGJ terlantar

Dinas Kesehatan: 4.000 Orang Alami Gangguan Jiwa di Tangerang Dok. IDN Times/ Istimewa

Menurut Bachtiar, 4.000 ODGJ tersebut merupakan ODGJ yang memiliki latar belakang keluarga. Sementara untuk ODGJ yang terlantar atau yang tidak memiliki keluarga belum dapat ditangani pihaknya.

"Pengobatan untuk ODGJ murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang, melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Selain itu, keluarga dapat memanfaatkan pelayanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS)," ucap Bachtiar.

Baca Juga: Prihatin, 12 Orang Gangguan Jiwa di Bandung Masih Dirantai

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya