Jakarta, IDN Times - Calon Presiden nomor urut 01, Joko 'Jokowi' Widodo, menyinggung soal bonus atlet Asian Games dan Asian Para Games dalam debat perdana Pilpres 2019, yang diselenggarakan pada Kamis malam (17/1) di Hotel Bidakara Jakarta.
Dalam topik HAM, Jokowi yang juga petahana di Pilpres 2019 itu, menjadikan kesamaan jumlah bonus yang diterima atlet di dua kontes olahraga internasional tersebut, sebagai bukti pemerintah berkomitmen terhadap kesetaraan.
"Contoh dalam event Asian Para Games pemerintah memberikan bonus yang sama dengan atlet yang berlaga di Asian Games. Misalnya, yang mendapatkan emas dapat Rp1,5 miliar, yang dapat perak bisa kita berikan bonus Rp500 juta, yang dapat perunggu kota berikan bonus Rp250 juta. Sama dengan atlet yang berlaga di Asian Games," tutur Jokowi dalam debat.
Bagaimana faktanya?
Jumlah bonus atlet Asian Games dan Asian Para Games memang sama besarnya seperti yang diungkapkan Jokowi. Angka itu juga bebas pajak.
Hanya saja, seperti pernyataan Presiden National Paralympic Comittee (NPC) Indonesia Senny Marbun, para atlet yang menerima bonus wajib memberi kontribusi 30 persen bagi komite. Sebab, kata Senny, NPC Indonesia beroperasi secara independen.
![[CEK FAKTA] Soal Kesetaraan, Jokowi Singgung Bonus Atlet Disabilitas](https://image.idntimes.com/post/20190121/antarafoto-jeda-debat-capres-170119-sgd-2-1548065999-89542-dde403720c8de712ac81cee1991f6361.jpg)