Suasana arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Dari sekian banyak moda transportasi, kereta api tetap jadi pilihan utama Bekti. Alasannya sederhana: lebih nyaman dan lebih pasti.
“Pertama lebih nyaman. Karena kan di dalam kita bisa misalnya capek, pegal bisa jalan lah gitu. Kalau di bus gitu kan enggak ya,” jelasnya.
Selain itu, faktor ketepatan waktu juga jadi pertimbangan penting. Menurutnya, perjalanan dengan kereta jauh lebih terprediksi dibandingkan transportasi darat lainnya.
“Iya tepat waktu kalau kereta kan tepat waktu, terus punya jalur sendiri ya. Jadi kayak estimasi waktu sampainya tuh udah pasti,” tambahnya.
Tahun ini, Bekti berhasil mengamankan tiket kereta eksekutif—bukan karena rencana awal, tapi karena kebetulan tersedia dengan harga yang sama. Ia pun dijadwalkan berangkat pada 18 dan kembali ke Jakarta pada 24.
Cerita Bekti ini mungkin terasa relate buat banyak orang, mudik bukan cuma soal pulang kampung, tapi juga soal perjuangan mendapatkan tiket.