Cerita Pemudik di Stasiun Pasar Senen: Tiket Susah, Ruang Tunggu Penuh

- Stasiun Pasar Senen dipadati pemudik pada H-5 Lebaran, banyak penumpang terpaksa duduk di lantai karena ruang tunggu penuh dan kursi terbatas.
- Eko, salah satu pemudik tujuan Klaten, memanfaatkan program mudik gratis Jasa Raharja setelah kesulitan mendapatkan tiket kereta akibat tingginya permintaan.
- Pemudik menilai fasilitas stasiun perlu ditingkatkan, terutama kapasitas ruang tunggu yang tidak sebanding dengan lonjakan jumlah penumpang saat musim mudik.
Jakarta, IDN Times – Suasana di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, sangat padat pada H-5 Lebaran. Ruang tunggu dipenuhi calon penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan kereta menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Pantauan IDN Times, kursi yang terbatas membuat sebagian pemudik terpaksa duduk di lantai, bahkan di sudut-sudut area dekat pintu masuk stasiun.
Di salah satu sudut pintu masuk, seorang pemudik bernama Eko (44) terlihat duduk di lantai sambil menunggu kereta ke Klaten. Sesekali ia harus bergeser untuk memberi jalan bagi penumpang lain yang lalu-lalang menuju peron keberangkatan.
Eko (44) akan mudik menggunakan kereta Jaka Tingkir dengan keberangkatan pukul 11.50 WIB. Ia mengikuti program mudik bersama yang difasilitasi oleh Jasa Raharja.
“Tujuannya ke Klaten. Kebetulan ikut mudik bersama Jasa Raharja,” kata Eko saat ditemui di Stasiun Pasar Senen.
1. Manfaatkan program mudik gratis

Eko yang bekerja di wilayah Tangerang mengaku hampir setiap tahun pulang kampung. Jika ada program mudik gratis, ia akan memanfaatkannya. Namun jika tidak, ia memilih pulang secara mandiri.
“Kalau misalnya dapat yang gratis ya ikut yang gratis. Kalau tidak ya paling pulang pribadi,” ujarnya.
2. Tiket kereta untuk lebaran susah didapat

Ia juga menyebut mendapatkan tiket kereta tahun ini tidak mudah karena tingginya minat masyarakat untuk mudik menggunakan moda transportasi tersebut. Maka ia memilih program mudik gratis tahun ini.
“Luar biasa susah banget. Kebetulan dapatnya last minute karena mungkin ada yang cancel,” kata dia.
Dia juga sengaja cuti agar bisa berangkat mudik lebih awal dan menikmati lebaran di kampung halamannya.
"Kalau liburnya mulai tanggal 18 ya tapi ini saya ajuin cuti lebih awal biar bisa berangkat ikut Mudik gratis," katanya.
3. Fasilitas ruang tunggu perlu ditingkatkan

Meski demikian, Eko menilai fasilitas di stasiun masih perlu ditingkatkan, terutama kapasitas ruang tunggu yang sering kali penuh saat masa mudik.
“Kalau dari pribadi saya ini terlalu penuh. Ruang tunggunya mungkin perlu ditata lagi,” ujarnya.
4. Penumpang membludak

Sementara itu, pemudik lainnya, Dagu Sudjoko, mengatakan dirinya mudik ke Solo bersama empat anggota keluarganya. Ia berangkat dari Cibinong dan hampir setiap tahun pulang kampung saat Lebaran.
Ia menilai layanan kereta maupun fasilitas di stasiun sebenarnya cukup nyaman, meskipun saat periode mudik jumlah penumpang meningkat signifikan.
“Kalau normal sih nyaman. Cuma karena mudik barengan jadi penumpangnya penuh,” ujar dia.
5. Sebanyak 719.988 tiket kereta telah terjual

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat minat masyarakat menggunakan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026 masih tinggi
Hingga 16 Maret 2026, sebanyak 719.988 tiket kereta api jarak jauh telah terjual dari total kapasitas 1.076.196 tempat duduk, dengan tingkat okupansi sementara mencapai sekitar 67 persen.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan bahwa tren perjalanan penumpang terus meningkat sejak awal periode angkutan Lebaran.
“Secara kumulatif sejak 11 hingga 16 Maret 2026, tercatat sebanyak 271.309 pelanggan berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta dan 140.081 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Franoto.


















