Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenal Mutaqin.jpg
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat diwawancarai usai pembukaan SPPG di Sindangrasa, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026). IDN Times/Linna Susanti.

Intinya sih...

  • Hanya 31 dari 90 dapur di Bogor yang punya SLHS

  • Dapur umum harus libatkan UMKM agar ekonomi lokal ikut berputar

  • Program fokus sasar balita stunting hingga ibu hamil

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden terus dikebut di berbagai daerah, termasuk Kota Bogor. Terbaru, Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Dapur Umum Sindangrasa, Bogor Timur resmi melakukan grand opening pada Kamis (29/1/2026).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, memberikan sejumlah catatan penting mulai dari soal higienitas hingga keterlibatan warga lokal.

1. Baru 31 dari 90 dapur yang punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

Situasi dapur SPPG MBG di Kota Bogor. (Humas Pemkot Bogor)

Masalah keamanan pangan menjadi sorotan tajam. Jenal mengungkap fakta bahwa dari total 90 dapur yang ada di Kota Bogor, baru 31 dapur yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Padahal, aspek ini sangat krusial untuk menjamin kualitas makanan.

"Minggu depan kita akan rapatkan dengan seluruh SPPG se-Kota Bogor untuk mengetahui kendalanya apa ketika SLHS ini belum kelar juga. Termasuk pemasangan CCTV dan sterilisasi ruangan untuk menjaga keamanan dan profesionalisme dapur," jelas Jenal.

2. Dapur umum jangan sampai bikin UMKM jadi penonton

situasi dapur SPPG MBG di Kota Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

Jenal Mutaqin menekankan bahwa keberadaan dapur umum di wilayah Sindangrasa harus memberikan multiplier effect. Menurutnya, pengelola jangan hanya berjalan sendiri, tapi juga harus menggandeng pelaku UMKM di sekitarnya agar ekonomi lokal ikut berputar.

"Tentu harapannya keberadaan dapur ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kita juga bisa libatkan para pengusaha UMKM untuk terlibat, jadi tidak hanya menjadi penonton dalam setiap keberadaan dapur," ujar Jenal./

3. Fokus sasar balita stunting hingga ibu hamil

Ibu hamil di Sumba menerima manfaat Makan Bergizi Gratis selama 9 hari terakhir. (dok. Tim Komunikasi Prabowo)

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Jenal memastikan bahwa program ini tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga kelompok rentan lainnya.

Ada kuota khusus yang dialokasikan untuk memutus rantai stunting di Kota Bogor.

"Dapur SPPG Sindangrasa ini memberikan dampak positif, termasuk untuk balita stunting, ibu hamil, dan menyusui. Kita tekankan bahwa ada kuota yang diharuskan dan kita akan pantau," tegasnya.

Editorial Team