Comscore Tracker

Walau Diberhentikan Sementara, Sekda Jabar Tetap Terima 50 Persen Gaji

Sekda Iwa diberhentikan karena jadi tersangka korupsi

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi memberhentikan sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa pada Selasa (30/7). Ia diberhentikan sementara gara-gara diduga ikut terlibat suap proyek mega properti Meikarta. 

Informasi itu disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin malam (29/7). Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang yang didampingi juru bicara Febri Diansyah menyampaikan Iwa diduga turut menerima suap senilai Rp1 miliar dari petinggi Lippo Cikarang, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

Lalu, apa komentar Gubernur Ridwan ketika mengetahui anak buahnya resmi dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi? Peristiwa ini jelas merupakan tamparan bagi pria yang akrab disapa Emil itu, sebab di awal kepemimpinannya, sudah ada anak buahnya yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus korupsi. 

"Kami telah memberi saran kepada Pak Iwa untuk fokus menyelesaikan permasalahan ini. Maka untuk urusan pemerintahan dan administrasi akan didelegasikan ke Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial," ujar Ridwan Kamil ketika memberikan keterangan pers di Gedung Sate pada Selasa (30/7). 

Ada kah pesan khusus Emil bagi para ASN di bawahnya usai Iwa ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi? Apakah Iwa tetap menerima gaji kendati ia sudah jadi tersangka kasus rasuah?

1. Sekda Iwa belum dipecat sebagai ASN dan masih terima 50 persen gaji

Walau Diberhentikan Sementara, Sekda Jabar Tetap Terima 50 Persen GajiInstagram/Iwa Karniwa

Emil menyebut saat ini Sekda Iwa baru diberhentikan sementara saja. Menurut aturan, kata dia, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) baru diberhentikan dari jabatannya tergantung dari implikasi hukum yang dihadapi. Apabila di pengadilan, majelis hakim menyatakan Iwa bersalah dan vonisnya memiliki kekuatan hukum tetap, maka Gubernur bisa memecat Iwa secara tidak hormat. 

Kendati baru diberhentikan sementara, tetapi kewajiban sebagai seorang Sekda masih tetap diemban oleh Iwa, misalnya menyangkut rapat anggaran bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, atau hal lain yang sifatnya membutuhkan atensi khusus agar bisa didelegasikan secara baik.

Lalu, bagaimana terkait gaji yang diterima oleh Sekda Iwa? Berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, seorang PNS tetap mendapatkan separuh gajinya walau sudah dinyatakan sebagai tersangka. 

"Kalau gaji itu dia terima 50% untuk pemberhentian sementara tapi kalau tunjangan lainnya itu tinggal 10%, tapi kalau skorsing dia tidak masuk maka tidak dibayar, tinggal gajinya saja," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan tahun 2012 lalu, Kiagus Ahmad Badaruddin. 

Pertanyaan selanjutnya yang pasti kalian penasaran berapa gaji yang diterima oleh seorang Sekda, bukan? Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 2013 lalu pernah menyampaikan Sekretaris Daerah di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, memiliki gaji yang nominalnya di atas Rp50 juta. 

Gamawan bahkan menyebut kondisi itu terbalik dengan situasi di sejumlah provinsi di Tanah Air. Ia mengungkapkan di Bengkulu, penghasilan Sekda masih di bawah rata-rata yakni sebesar Rp500 ribu per bulan. 

"Ini kan ada kesenjangan. Tapi di dalam PP nomor 109 tahun 2000, gaji Sekda itu ditentukan berdasarkan kemampuan daerah," kata Gamawan ketika itu. 

Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Heran Mengapa Sekda Iwa Ikut Urus Izin Meikarta

2. Gubernur Ridwan belum bisa memastikan apakah akan memberikan bantuan hukum

Walau Diberhentikan Sementara, Sekda Jabar Tetap Terima 50 Persen GajiInstagram/Iwa Karniwa

Sementara, ditanya mengenai bantuan hukum bagi Sekda Iwa, mantan Wali Kota Bandung itu belum bisa memastikan. Pemprov Jabar, kata Emil, akan mempelajari lebih dulu apakah bantuan hukum yang diberikan sesuai dengan aturan dan proses UU yang berlaku atau tidak. 

"Kami akan mengikuti aturan sehingga belum bisa diputuskan akan dibantu atau tidak," ujar Emil 

Ia pun menyerahkan seluruh proses yang berjalan kepada aparat hukum.

3. Emil imbau ASN di Provinsi Jawa Barat tidak berbuat korupsi

Walau Diberhentikan Sementara, Sekda Jabar Tetap Terima 50 Persen GajiIlustrasi korupsi. (IDN Times/Santi Dewi)

Emil mengatakan, Pemprov Jabar di bawah kepemimpinannya terus berupaya memperbaiki kekurangan di masa lalu dan melanjutkan sisi positif yang telah dicapai. Termasuk dalam membangun sistem clean goverment, Emil meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Jabar bisa menerapkannya.

Saat ini Pemrpov Jabar telah membangun sistem e-budgeting, e-planning, hingga memonitoring seluruh kegiatan melalui sistem keterbukaan informasi termasuk dalam hibah bantuan sosial. Semua dilakukan secara digital agar mudah ketika dilakukan pengecekan dan evaluasi.

"Nah kepala daerah ini harus semangat memperbaiki sistem tersebut. Integritas para ASN untuk fokus bekerja dan melayani sepenuh hati serta profesional," papar Emil. 

Keberadaan pelaksana tugas harian (PLH), kata Ridwan melanjutkan, karena ia menginginkan penyelenggaraan pemerintahan di Jabar tidak terganggu. Terlebih pemerintah daerah sekarang tengah berupaya membuat sistem pemerintahan yang baik dan tidak lambat dalam urusan administrasi.

4. Proyek Meikarta belum bisa dilanjutkan

Walau Diberhentikan Sementara, Sekda Jabar Tetap Terima 50 Persen GajiIDN Times/Istimewa

Ketika ditanya bagaimana kelanjutan proyek mega properti Meikarta, Emil belum bisa memastikan kapan proses pengerjaannya bisa dilanjutkan. Dugaan korupsi yang membelit pengerjaan proyek itu, kini masih bergulir di pengadilan. Sehingga, belum diketahui kapan bisa dilanjutkan dalam pengerjaannya. 

"Sehingga keberlangsungan (proyek) akan dibahas ketika proses hukum selesai," kata Emil. 

Baca Juga: Karier Iwa Karniwa, dari Sekda Jabar hingga Terjerat Kasus Meikarta

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You