Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Demo di MK, Mahasiswa-Koalisi Sipil Gelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus
Aksi demo di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa menggelar aksi di depan Mahkamah Konstitusi untuk mendukung keadilan bagi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • Aksi ini bertepatan dengan sidang uji materiil UU TNI yang dipersoalkan karena sistem peradilan militernya dianggap tidak adil dan tertutup bagi publik.
  • Massa menuntut penyelesaian kasus Andrie melalui peradilan umum, pembentukan tim pencari fakta, serta reformasi total militer agar lebih profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa menggelar aksi demo di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, bertepatan dengan sidang uji materiil UU TNI nomor 197/PUU-XXIII/2025. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas untuk Andrie Yunus dan dukungan terhadap permohonan pengujian UU TNI.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aksi demonstrasi digelar di depan Gedung Mahkamah Konstitusi sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap keadilan bagi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • Who?
    Mahasiswa dan anggota koalisi masyarakat sipil yang menyuarakan dukungan untuk Andrie Yunus serta mendesak reformasi sistem peradilan militer.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.
  • When?
    Aksi dilakukan pada Rabu, 8 April 2026, bertepatan dengan sidang uji materiil UU TNI nomor 197/PUU-XXIII/2025 di MK.
  • Why?
    Massa menilai sistem peradilan militer tidak adil dan menuntut agar kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus disidangkan melalui peradilan umum demi keadilan hukum.
  • How?
    Massa melakukan orasi dari atas mobil komando sambil membawa tuntutan tertulis, menyerukan pembentukan tim pencari fakta serta pengawasan DPR terhadap proses hukum kasus tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang datang ke depan gedung Mahkamah Konstitusi di Jakarta. Mereka mahasiswa dan orang dari kelompok masyarakat. Mereka marah karena Pak Andrie Yunus diserang air keras. Mereka mau hukum yang adil buat Pak Andrie. Sekarang mereka minta hakim dan DPR bantu supaya kasusnya diselesaikan dengan jujur dan terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Aksi solidaritas di depan Mahkamah Konstitusi menunjukkan kepedulian tinggi masyarakat sipil dan mahasiswa terhadap keadilan serta transparansi hukum. Dengan menyuarakan dukungan bagi Andrie Yunus dan menyoroti pentingnya kesetaraan di hadapan hukum, mereka memperlihatkan semangat kolektif untuk memperkuat prinsip negara hukum dan mendorong proses peradilan yang lebih terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekelompok orang yang berasal dari koalisi masyarakat sipil dan mahasiswa menggelar aksi demo di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (8/4/2026). Aksi tersebut digelar untuk mendukung keadilan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Massa menggelar aksi ini bertepatan dengan jadwal sidang uji materiil UU TNI nomor 197/PUU-XXIII/2025 di MK.

"Aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap permohonan pengujian terhadap Undang-Undang TNI," kata orator di atas mobil komando.

Mereka menyoroti ketentuan peradilan militer yang dianggap bertentangan dengan prinsip negara hukum dan jaminan konstitusional atas persamaan di hadapan hukum.

Sistem peradilan militer disebut tidak memenuhi prinsip peradilan yang adil. Sebab proses peradilan militer digelar tertutup, minim partisipasi publik, serta tidak memberikan ruang yang memadai bagi koran untuk memperoleh keadilan.

Sejumlah tuntutan massa aksi yang disampaikan adalah sebagai berikut!

  • Mengecam keras serangan air keras terhadap Andrie Yunus. Tindakan itu adalah tindakan yang biadab dan jelas melanggar hukum. Tidak ada alasan apa pun yang dapat dibenarkan atas tindakan itu.

  • Menuntut penyelesaian kasus Andrie Yunus secara berkeadilan melalui sistem peradilan umum, bukan peradilan militer.

  • Mendukung Mahkamah Konstitusi untuk menerima dan mengabulkan gugatan masyarakat sipil di MK terkait UU TNI, khususnya mengenai kedudukan militer dalam peradilan umum.

  • Mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta kasus Andrie Yunus.

  • Meminta DPR untuk mengawasi secara serius proses hukum Andrie Yunus melalui peradilan umum.

  • Reformasi total militer demi tentara yang profesional, militer harus kembali ke barak.

Editorial Team