Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPR Minta Kemlu Siapkan Evakuasi WNI di Venezuela
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan TNI produksi obat bukan bagian Dwifungsi ABRI (IDN Times/Amir Faisol)

Intinya sih...

  • Kemlu diminta matangkan skenario darurat evakuasi WNI di Venezuela

  • Dave Laksono meminta Kemlu memantau situasi intensif dan mempersiapkan rencana pemulangan WNI

  • Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mematangkan skenario darurat evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela. Langkah ini dinilai penting menyusul klaim penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat.

Dave mengingatkan Kemlu agar tak bersikap gegabah, namun juga tidak lengah dalam menyikapi dinamika politik dan keamanan di Venezuela. Menurutnya, kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta komunikasi dengan WNI harus disusun sejak dini agar pemerintah dapat bergerak cepat dalam kondisi darurat.

"Keselamatan WNI adalah prioritas, kesiapan evakuasi harus ada, dan diplomasi Indonesia harus tetap tegas namun bijak dalam menghadapi dinamika ini," kata Dave kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

1. Rencana pemulangan WNI harus dipersiapkan dengan matang

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono (IDN Times/Amir Faisol)

Dave mendesak Kemlu terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara intensif. Ia juga meminta koordinasi diperkuat dengan perwakilan Republik Indonesia di Caracas.

Selain itu, skenario darurat perlu dimatangkan jika kondisi keamanan di Venezuela memburuk. Pemerintah dinilai harus siap mengambil langkah cepat tanpa menunggu situasi menjadi krisis.

"Diplomasi yang tenang namun sigap perlu dijalankan, agar setiap langkah yang diambil tetap sesuai dengan prinsip non-intervensi dan penghormatan terhadap kedaulatan negara," kata dia.

Dave menegaskan, rencana pemulangan WNI dari Venezuela harus dipersiapkan sejak dini sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gejolak yang semakin memburuk. Namun, pelaksanaannya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan.

2. RI tetap harus seimbang tak boleh berpihak

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono (IDN Times/Aryodamar)

Di sisi lain, Dave menekankan pentingnya menjaga posisi diplomasi Indonesia yang seimbang. Pemerintah diminta tetap mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, namun konsisten melindungi keselamatan warga negara.

Ia memastikan Komisi I DPR RI akan terus mengawal langkah-langkah Kemlu agar setiap kebijakan yang diambil berada dalam koridor kepentingan nasional serta sesuai dengan hukum internasional.

"Situasi di Venezuela memang sedang berkembang cepat dan penuh dinamika setelah adanya klaim Presiden Amerika yaitu telah menangkap Presiden Venezuela," kata dia.

3. Militer AS tangkap Nicolas Maduro dan istri

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jumpa pers terkait serangan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). (Youtube/The White House)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Trump menyampaikan klaim itu melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu (3/1/2026), sekaligus mengonfirmasi adanya serangan militer AS di Venezuela.

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," tulis Trump, dikutip CBS News.

Trump menyebut penegak hukum Amerika Serikat terlibat dalam operasi tersebut, namun tidak merinci mekanisme maupun lembaga yang berperan.

Maduro sebelumnya didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas tuduhan terorisme narkoba pada 2020. Trump mengatakan rincian lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers pada pukul 11.00 waktu setempat di Mar-a-Lago.

Editorial Team