Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPR Soroti MRO Hercules AS di Kertajati, Ancam Kedaulatan?
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar)

  • DPR RI menyoroti rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO pesawat C-130 AS karena dinilai menyangkut kepentingan strategis dan kedaulatan negara.
  • TB Hasanuddin memperingatkan potensi persepsi fasilitas MRO sebagai pangkalan militer AS terselubung serta menekankan pentingnya transparansi dan pengaturan hukum yang jelas.
  • Tawaran menjadikan Indonesia pusat MRO Hercules Asia datang langsung dari Menteri Pertahanan AS, berpotensi menjadi kerja sama strategis besar di sektor pertahanan dan dirgantara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang Amerika mau bikin tempat perbaikan pesawat besar di Bandara Kertajati. Pak TB Hasanuddin dari DPR bilang harus hati-hati, soalnya bisa jadi kayak pangkalan tentara Amerika. Bandara itu buat pesawat biasa, bukan militer. Sekarang pemerintah masih pikir-pikir supaya aturan jelas dan Indonesia tetap aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rencana menjadikan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules milik Amerika Serikat menuai sorotan dari DPR RI. Pemerintah diminta berhati-hati karena proyek tersebut dinilai tidak sekadar kerja sama industri penerbangan, tetapi juga menyangkut kepentingan strategis dan kedaulatan negara.

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin mengingatkan agar pemerintah mengkaji tawaran tersebut secara menyeluruh dan transparan.

“Keputusan menerima tawaran Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai MRO hubs pesawat C-130 dan menetapkan Bandara Kertajati sebagai lokasinya harus dijalankan dengan sangat hati-hati dan transparan,” kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

1. DPR sebut Kertajati berpotensi dipersepsikan jadi pangkalan Militer AS

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin soroti kematian Prada Lucky (IDN Times/Amir Faisol)

TB Hasanuddin menilai pemerintah harus menjelaskan secara rinci cakupan operasional fasilitas MRO tersebut. Sebab, bila pusat perawatan itu hanya melayani pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik, maka akan muncul persoalan hukum hingga geopolitik.

“Jika fasilitas tersebut eksklusif untuk mendukung operasional pesawat militer Amerika Serikat di kawasan Asia, maka persepsinya bisa berkembang sebagai bentuk pangkalan militer AS di Indonesia. Ini tentu harus dicermati karena dapat berbenturan dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, publik juga perlu memahami bahwa tawaran itu datang langsung dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat, bukan dari produsen pesawat Hercules dalam skema bisnis murni.

Karena itu, TB Hasanuddin menilai kepentingan strategis militer AS sangat kuat dalam rencana pembangunan MRO Hercules di Indonesia.

2. Status bandara sipil Kertajati jadi sorotan

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP TB Hasanuddin minta TNI yang mengisi jabatan sipil tidak digaji double. (IDN Times/Amir Faisol)

TB Hasanuddin juga menyoroti status Bandara Kertajati yang selama ini berfungsi sebagai bandara sipil. Ia menilai penggunaan fasilitas tersebut untuk perawatan pesawat militer asing membutuhkan aturan yang jelas.

“Bandara Kertajati saat ini berstatus bandara penerbangan sipil. Kalau nanti menjadi pusat perawatan pesawat militer, tentu harus ada pengaturan yang jelas agar tidak mengganggu fungsi pelayanan penerbangan sipil untuk masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Jepang, dan Filipina memang telah menjalin kerja sama MRO dengan Amerika Serikat untuk mendukung operasional militer AS di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, fasilitas tersebut umumnya ditempatkan di kawasan industri khusus atau area milik perusahaan perawatan pesawat domestik.

TB Hasanuddin meminta pemerintah memastikan proyek ini memberi dampak nyata bagi industri pertahanan nasional, terutama bagi PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

“Prinsip utamanya adalah menjaga kedaulatan negara, memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas, serta memperkuat industri pertahanan dalam negeri,” ujarnya.

3. AS tawarkan Indonesia jadi pusat MRO Hercules Asia

BIJB Kertajati (inin nastain/IDN Times)

Rencana itu bermula dari tawaran Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth kepada pemerintah Indonesia. AS ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat C-130 Hercules untuk kawasan Asia.

Program tersebut mencakup maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat angkut andalan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Tawaran itu disampaikan saat Menteri Pertahanan RI bertemu Pete Hegseth di Pentagon pada April 2026. Informasi tersebut kemudian diungkap dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Jika terealisasi, proyek MRO Hercules di Kertajati berpotensi menjadi kerja sama strategis terbesar Indonesia dan Amerika Serikat di sektor pertahanan dan industri dirgantara dalam beberapa tahun terakhir.

Editorial Team