Jakarta, IDN Times - Sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) milik TNI AL Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara digeruduk oleh warga pada Jumat (23/1/2026). Kemarahan warga itu dipicu aksi pengangiayaan yang dilakukan oleh beberapa prajurit TNI AL terhadap seorang warga, Berkam Sawiduling sehari sebelumnya.
Dari video yang berdurasi sekitar 30 detik itu, warga sampai mencopot bagian atap yang menjadi bagian dari mako lanal. Kemarahan warga tak bisa dibendung karena tidak terima Berkam dianiaya oleh prajurit TNI AL yang bertugas di sana. Adu jotos antara prajurit TNI AL dengan warga sipil pun tidak bisa terhindarkan.
Adanya penganiayaan oleh prajurit TNI AL di Kabupaten Talaud diakui oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII, Laksamana Madya TNI Dery Triesnanto Suhendi. Berkam dianiaya pada Kamis (22/1/2026) ketika sedang memancing di area Pelabuhan Melonguane. Ketika itu, muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dan diduga dalam kondisi mabuk.
Saat didekati, Berkam menyadari sejumlah orang itu merupakan anggota Lanal Melonguane. Lantaran merasa terganggu dengan sikap lima anggota TNI AL yang mabuk, Berkam merekam momen tersebut menggunakan telepon selulernya.
"Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh. Tapi, tetap dipukul dalam posisi terjatuh," ujar korban.
