TNI AL Kerahkan 200 Marinir Cari 19 Prajurit Tertimbun Longsor Cisarua

- TNI AL itu mengerahkan 200 marinir untuk mempercepat evakuasi 13 jenazah rekannya akibat tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
- Satu jenazah prajurit marinir sudah ada yang dimakamkan di Lampung, yang dilakukan secara militer.
- Sejauh ini baru empat jenazah yang ditemukan, sebanyak 19 prajurit lainnya masih pencarian.
Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (AL), Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan pihaknya turut prihatin dan belasungkawa mendalam kepada keluarga 23 prajurit marinir yang tertimbun longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Sejauh ini baru empat jenazah yang ditemukan, sebanyak 19 prajurit lainnya masih pencarian.
Perwira tinggi TNI AL itu mengatakan pihaknya mengerahkan 200 marinir untuk mempercepat evakuasi rekannya itu. "TNI AL bersama unsur-unsur terkait hingga saat ini terus berupaya mengevakuasi korban, dengan menerjunkan 200 personel marinir, teknologi drone, thermal, dan anjing pelacak," ujar Tunggul kepada IDN Times melalui pesan pendek, Selasa (27/1/2026).
Tunggul menyebut puluhan prajurit marinir itu tengah melakukan latihan pratugas satgas perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. TNI AL pun, kata Tunggul, seraya memastikan seluruh hak almarhum dan keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Keluarga almarhum akan mendapat santunan maupun pendampingan," tutur dia.
1. Longsor terjadi karena kondisi cuaca ekstrem

Menurut TNI AL, longsor disebabkan kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi. Tunggul mengatakan dedikasi, pengabdian, dan loyalitas para prajurit yang gugur merupakan wujud nyata pengorbanan prajurit Jalasena TNI AL dalam menjaga keutuhan Indonesia.
"Sehingga longsor bisa terjadi di lokasi latihan," katanya.
Sementara, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan dalam operasi pencarian hingga Senin kemarin, telah ditemukan 13 jenazah korban longsor.
"Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak 13 jenazah hingga 18.30 WIB, sehingga total korban yang diserahkan berjumlah 38 sejak pertama kali operasi SAR dilaksanakan," ujar Ade.
Pihaknya akan kembali melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban longsor Cisarua, dengan mengerahkan personel gabungan serta 12 alat berat pada esok hari di sejumlah titik terdampak.
"Tadi kita sudah mendapatkan tiga bantuan alat berat, sehingga untuk pencarian selanjutnya kita dapat mengerahkan 12 unit alat berat," tutur Tunggul.
2. Jenazah satu prajurit marinir telah dimakamkan di Lampung

Sementara, jenazah prajurit kepala (Praka) Mar Muhammad Kori, salah satu personel Korps Marinir TNI AL yang menjadi korban bencana tanah longsor di Desa Cisarua, telah dimakamkan secara kedinasan di TPU Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.
Prosesi pemakaman anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 9/Marinir ini berlangsung khidmat, dan diiringi tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Deretan personel TNI AL berseragam lengkap berdiri tegap, mengiringi prosesi pelepasan terakhir tersebut. Momen paling mengharukan terjadi saat penurunan jenazah ke liang lahat, diiringi tembakan salvo dan penghormatan pasukan yang dipimpin langsung Komandan Upacara.
Isak tangis haru keluarga dan kerabat tak terbendung, menyatu dengan suasana khidmat penuh penghormatan institusi kepada almarhum Praka Muhammad Kori.
3. Panglima Korps Marinir ikut ucapkan duka cita

Sementara, ucapan duka cita juga disampaikan Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, kepada keluarga 23 prajurit korps marinir yang jadi korban tanah longsor. Endi menyebut prajurit yang gugur dalam insiden tanah longsor di Kecamatan Cisarua merupakan prajurit terbaik.
"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima seluruh amal ibadahnya serta melapangkan tempatnya di sisi-Nya," ujar Endi di akun media sosial resmi korps marinir Selasa (27/1/2026).
Ia turut mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar Tuhan menguatkan serta menenangkan hati, menganugerahkan kesabaran yang indah dalam menghadapi cobaan tersebut. "Semoga tiap air mata dan duka diganti dengan pahala, kemuliaan dan kebaikan yang berlipat," ujar jenderal bintang tiga itu.


















