Ilustrasi Hacker (IDN Times/Mardya Shakti)
Kolaborasi antara Kemendagri, Kemenkominfo, dan BSSN itu masih terus diupayakan hingga saat ini. Teguh menjelaskan, temuan sementara, data yang dituding bocor itu tidak sama dengan database kependudukan milik Ditjen Dukcapil.
"Kedua kegiatan tersebut sudah dijalankan sejak kemarin dan sampai saat ini masih berproses secara cepat," ucap dia.
"Untuk sementara, yang bisa kami informasikan adalah bahwa data yang ada di breachforums dilihat dari format elemen datanya tidak sama dengan yang terdapat di database kependudukan existing Ditjen Dukcapil saat ini," sambung Teguh.
Sebelumnya, sebanyak 337 juta data masyarakat di dukcapil Kemendagri diduga mengalami kebocoran. Bahkan data itu disebut dijual di forum online hacker BreachForums.
Awalnya, dugaan kebocoran itu diungkap oleh pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto.
Adapun data yang bocor itu di antaranya terdapat nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), tanggal lahir, alamat, nama ayah, nama ibu, NIK ibu, nomor akta lahir, nomor akta nikah dan lainnya.
"Kali ini yang bocor adalah data kita semua di Dukcapil sebanyak 337 juta data," tulis Teguh.