Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani (Youtube.com/SRMC)
Berbeda dengan hasil survei, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyatakan mayoritas rakyat takut bicara politik pada pemerintahan Prabowo. Pendiri SMRC, Saiful Mujani, mengatakan hal itu juga sesuai dengan data survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Saiful Mujani mengatakan, saat awal Prabowo dilantik pada Oktober 2024, ada 51 warga yang menyatakan takut bicara politik. Kemudian, pada saat survei Maret 2026, jumlah masyarakat yang takut bicara politik naik menjadi 53 persen.
"Sekarang lebih banyak orang yang menyatakan umumnya masyarakat takut bicara politik," ujar Saiful Mujani dalam keterangannya, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Saiful Mujani menerangkan, survei yang dilakukan SMRC dengan pertanyaan yang sama sudah dilakukan sejak 2004. Pada April 2004, masyarakat yang takut bicara politik hanya 24 persen.
Angka ketakutan sempat turun 14 persen pada Juli 2004. Angka masyarakat takut berbicara politik naik tinggi menjadi 43 persen pada Mei 2019.
"Ketika Prabowo dilantik menjadi Presiden pada Oktober 2024 sampai sekarang, mayoritas masyarakat warga menilai umumnya masyarakat takut bicara politik," kata Saiful Mujani.
Selain itu, Saiful Mujani mengatakan, dalam survei SMRC dan LSI, masyarakat menilai era Prabowo dianggap sering mengabaikan konstitusi. Pada survei Maret 2026, ada 51 persen warga menilai, pemerintahan sekarang selalu atau sering mengabaikan konstitusi dan perundang-undangan. Saiful menyebutkan hanya 38 persen yang menyatakan jarang atau tidak pernah mengabaikan konstitusi dan perundang-undangan.