Jakarta, IDN Times - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kritik ini dipicu insiden keracunan massal yang menimpa 72 siswa SD dan SMA di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, usai mengonsumsi menu spageti dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang sama.
FSGI menilai, pemerintah terlalu fokus pada statistik kesuksesan program dan menutup mata terhadap fakta ribuan korban yang terus berjatuhan. Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menyoroti adanya pengabaian sistemis terhadap keselamatan kesehatan anak-anak sekolah yang baru saja kembali masuk usai libur Idul Fitri.
”Menurut FSGI terkait kebijakan MBG, pemerintah sering kali menggunakan angka untuk menunjukkan keberhasilan. Namun abai menganalisis saat ada kasus keracunan MBG, padahal angka keracunan justru menunjukkan masalah yang semakin serius,” ujar Retno Listyarti dalam keterangannya, dikutip Senin (6/4/2026).
