Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin saat menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026). (dok. Pemprov Jawa Tengah)
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan menjelaskan, penanganan Pantura akan dibagi berdasarkan segmentasi wilayah.
Untuk Jawa Tengah, salah satu fokus utama berada di kawasan Kendal–Semarang yang telah melalui berbagai kajian teknis.
“Pelaksanaan kegiatan ini tentunya bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Didit.
Secara keseluruhan, Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 1.127,85 kilometer, dengan wilayah Pantura mencapai 651,47 kilometer. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi, namun juga rentan terhadap berbagai bencana pesisir seperti abrasi, rob, penurunan tanah, hingga pencemaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menjalankan berbagai upaya, mulai dari rehabilitasi mangrove melalui program Mageri Segoro, pengembangan kawasan karbon biru, hingga pembangunan infrastruktur pelindung pantai.
Sepanjang 2025, sebanyak 2,3 juta batang mangrove telah ditanam bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, masyarakat, hingga pegiat lingkungan.
Selain itu, sejumlah proyek juga terus didorong, seperti Tol Tanggul Laut Semarang–Demak, tanggul pantai di Pekalongan dan Rembang, hingga rencana pembangunan Hybrid Sea Wall di Demak. (WEB)