Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gibran: AI Akan Masuk Kurikulum Tahun Ajaran Baru SD, SMP, SMA, SMK
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri Studium Generale bertajuk Creative Job Opportunity with AI yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta Barat, pada Jumat (2/5/2025) (dok. Setwapres)
  • Gibran klaim AI akan masuk kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK
  • Pemerintah telah memutuskan untuk segera memasukkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum pendidikan nasional
  • Pembelajaran AI diharapkan mampu menciptakan solusi inovatif bagi kemajuan bangsa dan dunia
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menyebut, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan masuk kurikulum pelajaran bagi pelajar di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.

Hal tersebut disampaikan Gibran dalam sambutan di acara Studium Generale bertajuk Creative Job Opportunity with AI yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta Barat, pada Jumat (2/5/2025). Acara ini merupakan kolaborasi antara BINUS University dan Komunitas AI AICO. 

1. AI mulai masuk kurikulum pembelajaran pada tahun ajaran baru

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka blusukan di Kota Solo, Selasa (1/4/2025). (IDN Times/Larasati Rey)

Putra sulung Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo itu mengatakan, mata pelajaran tentang AI mulai diterapkan pada kurikulum tahun ajaran baru.

Terlebih, dalam rapat Terbatas yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, pemerintah telah memutuskan untuk segera memasukkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum pendidikan nasional.

"Nanti di tahun ajaran baru kita mulai memasukkan kurikulum AI (atau) pelajaran AI di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK," ucap Gibran.

2. Gibran soroti pengembangan program AI melalui jalur pendidikan

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming blusukan ke permukiman warga di Kampung Tapos Ujung Wilayah RW 2, Depok dan Petojo Utara 1, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Senin (7/4/2025) (dok. Setwapres)

Dalam kesempatan itu, Gibran juga mengapresiasi BINUS sebagai salah satu pelopor pengembangan program AI melalui jalur pendidikan di Indonesia.

"Saya senang sekali (karena) BINUS menangkap peluang AI ini, selain bisa menjawab tantangan zaman, anak-anak nanti ketika lulus sudah siap kerja," tutur dia.

3. Gibran klaim pembelajaran AI sejak dini penting

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka membagikan produk perawatan kulit (skincare) saat meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SMA Negeri 13 Jakarta, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Selasa (18/2/2025) (dok. Setwapres)

Menurut Gibran, pentingnya pembelajaran AI sejak dini disebabkan oleh peran teknologi ini yang akan menjadi kunci di berbagai aspek kehidupan masa depan. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan AI, tetapi juga menciptakan solusi inovatif yang berdampak bagi kemajuan bangsa dan dunia.

Sebagai contoh penerapan AI, Gibran menyebut penggunaan teknologi ini oleh PT Jasa Marga dalam memantau lalu lintas di ruas tol selama libur Lebaran serta penerapan AI Face Recognition oleh PT KAI.

"Jasa Marga sudah pakai AI (di sana) stafnya anak-anak muda semua. Mereka bisa melihat trafik di sepanjang ruas-ruas tol, jadi bisa tahu kapan harus dibikin one way atau contraflow. Di KAI ada kamera canggih pakai AI face recognition. Jadi, kalau ada pencuri (bisa) ketahuan," jelasnya.

Gibran lantas berpesan kepada generasi muda untuk menguasai teknologi digital dan ekonomi masa kini agar dapat menjadi pionir dalam inovasi serta siap menghadapi tantangan ekonomi industri masa depan.

"Indonesia ini tidak pernah kehabisan anak-anak pintar. Semuanya kreatif dan kalian harus bisa meng-embrace teknologi-teknologi terkini salah satunya AI, crypto, blockchain, dan yang lainya," imbuh dia.

Editorial Team