Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260211-WA0011.jpg
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menerima perwakilan Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/2/2026) (dok. Setwapres)

Intinya sih...

  • Gibran mendorong produk lokal masuk ke pusat perbelanjaan modern untuk memperkuat daya saing UKM.

  • Penempatan produk lokal di lokasi strategis menjadi langkah konkret mendongkrak daya saing UKM menurut Gibran.

  • Wapres juga mengapresiasi gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) yang efektif mendorong wisata belanja dan konsumsi produk dalam negeri.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan, pemerintah terua berkomitmen memperkuat usaha kecil dan menengah (UKM) dengan mendorong akses produk lokal ke pusat perbelanjaan serta jaringan ritel modern.

Komitmen itu disampaikan Gibran saat menerima perwakilan Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat daya saing UKM Indonesia, sekaligus memperluas penetrasi produk lokal di mal dan ritel modern di tengah gempuran merek global.

1. Meningkatkan daya saing UKM di tengah dominasi produk global

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menerima perwakilan Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (10/2/2026) (dok. Setwapres)

Gibran menilai, penempatan produk lokal di lokasi strategis menjadi langkah konkret mendongkrak daya saing UKM. Produk dalam negeri harus tampil di ruang yang mudah terlihat dan dijangkau konsumen.

Menurutnya, keberpihakan pada produk lokal tak cukup lewat kampanye. Perlu dukungan nyata dari pelaku ritel.

“Masukan tersebut akan kami sampaikan kepada anggota, agar merek-merek lokal dapat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan diberikan tempat strategis, baik di mal maupun di toko ritel anggota Hippindo,” ujar Chairman Hippindo, Budihardjo Iduansjah, usai pertemuan.

2. Kualitas produk UKM Indonesia tidak kalah dengan produk asing

suasana dan potret produk Pojok UKM Inalum (dok.IDN Times/Dayu Yudana/bt)

Budihardjo menyebut Wapres meyakini kualitas produk UKM Indonesia mampu bersaing dengan produk impor. Tantangannya bukan pada mutu, melainkan akses pasar dan skema bisnis.

Untuk mempercepat pertumbuhan, dibutuhkan dukungan konkret. Salah satunya melalui keringanan margin sewa serta skema konsinyasi yang lebih berpihak kepada pelaku UKM.

“Menghadapi tantangan dari sisi biaya dan konsinyasi, arahan Pak Wapres agar sektor ritel dapat memberikan dukungan, khususnya bagi para pemasok produk lokal, dengan margin yang lebih rendah,” katanya.

3. Gibran apresiasi gerakan BINA

Aktivitas di pusat perbelanjaan Plaza Indonesia terpantau normal pascademo, Sabtu (30/8/2025). (IDN Times/Triyan Pangastuti)

Dalam pertemuan tersebut, Gibran juga mengapresiasi gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA). Program ini diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Hippindo, APPBI, dan APRINDO.

Gerakan BINA dinilai efektif mendorong wisata belanja sekaligus memperkuat konsumsi produk dalam negeri. Sektor ritel dan UMKM diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.

“Wisata belanja bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Kehadiran turis akan membawa devisa sekaligus menggerakkan sektor ritel dan UMKM,” bebernya.

Editorial Team