Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memuji sosok Menteri Koordinator di Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra yang dinilainya serba bisa. Putra sulung dari Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo itu mengaku harus belajar banyak dari Yusril yang kini telah berusia 70 tahun.
Dalam hal akademik pun, Yusril berhasil dianugerahkan guru besar ketika masih berusia 42 tahun. Di sisi lain, Yusril juga merupakan pendiri Partai Bulan Bintang. Di era kepemimpinan presiden manapun, Yusril mendapat jabatan sebagai menteri.
"Beliau adalah Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Menteri Kehakiman dan HAM di era Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati. Menteri Sekretaris Negara di era Presiden SBY. Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan di era Bapak Prabowo. Jadi, siapun presidennya, menterinya Prof Yusril," ujar Gibran yang disambut dengan tepuk tangan meriah di Balai Kartini, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2/2026).
Gibran pun sepakat dengan kata pengantar dari Presiden Prabowo Subianto yang ditulis di buku Yusril, pengabdian advokat senior itu bukan semata-mata menyangkut jabatan. "Melainkan sebuah pengabdian yang berkesinambungan dan lintas rezim," katanya.
Rekam jejak panjang itu, kata Gibran, hanya mampu ditempuh oleh seorang individu yang memiliki integritas, kejernihan berpikir dan kesetiaan kepada negara dan bukan untuk kekuasaan sesaat.
