Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Yusril Luncurkan Buku Berisi Rekam Jejak 7 Dekade, Bisa Diunduh Gratis

Yusril Ihza Mahendra
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra (kiri) ketika menyerahkan buku kepada Dubes Malaysia untuk Indonesia, Dato Syed Mohamad Hasrin (kanan) di Balai Kartini. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya sih...
  • Yusril tidak terlibat langsung dalam penulisan bukunya
  • Yusril membolehkan bukunya diunduh secara gratis
  • Wapres Gibran ikut hadir dalam peluncuran buku Yusril
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra pada Sabtu (7/2/2026) meluncurkan delapan buku berisi rekam jejak selama 70 tahun perjalanan hidup dan pemikirannya untuk Indonesia. Buku tersebut menguraikan jejak perjalanannya sejak aktif saat masih mahasiswa hingga kariernya sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo Subianto. Pria yang juga merupakan advokat senior itu mengatakan sejak masih berusia 20 tahun ia sudah aktif terlibat dalam gerakan sosial politik.

"Buku ini memang berisi jejak perjalanan selama sepanjang 70 tahun kehidupan saya. Kira-kira dimulai umur 20 tahun ketika saya aktif sebagai mahasiswa dan mulai terlibat dalam pergerakan-pergerakan sosial dan politik pada waktu itu hingga sekarang ini," ujar Yusril ketika memberikan keterangan pers sebelum acara peluncuran dimulai di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Ia mengaku bersyukur karena masih diberikan usia panjang 70 tahun dan tetap sehat untuk mengabdi kepada bangsa serta negara. Acara peluncuran buku tersebut juga terasa spesial lantaran turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

1. Yusril tidak terlibat langsung dalam penulisan bukunya

Yusril Ihza Mahendra
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Lebih lanjut Yusril mengatakan buku yang diluncurkan pada hari ini berbeda dengan buku yang dikeluarkan ketika ia berusia 60 tahun. Dalam buku ini, Yusril tidak terlibat langsung sebagai penulis. Delapan buku itu disusun oleh sejumlah sahabat dan kolega. Di dalamnya juga terdapat testimoni dari berbagai pihak.

"Saya sendiri tidak menulis kali ini. Delapan buku ini ditulis oleh teman-teman. Banyak orang yang terlibat," ujar mantan Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang (PBB) itu.

Ia menambahkan total ada 1.000 eksemplar yang dicetak untuk setiap buku. Buku yang masing-masing memiliki ketebalan 900 halaman itu akan dibagikan secara gratis kepada para tamu undangan yang hadir.

2. Yusril membolehkan bukunya diunduh secara gratis

Yusril Ihza Mahendra
Menko Yusril Ihza Mahendra (dok.Kemenko Kumham Imipas)

Di forum itu Yusril menggarisbawahi buku berisi rekam jejak perjalanannya hingga berusia 70 tahun itu tidak diperjualbelikan dan bebas dari hak cipta. Ia pun turut menyediakan delapan buku itu dalam format digital atau e-book yang bisa diunduh melalui situs resminya.

“Kami sudah mengikhlaskan buku-buku ini sebagai amal jariah bagi kepentingan masyarakat. Jadi, memang tidak diperjualbelikan. Tapi siapa yang mau mengunduh, silakan saja. Jadi, tidak ada persoalan hak cipta (copyright)," kata Yusril.

Ia berharap, dengan dibukanya akses lebih luas terhadap buku tersebut, gagasan dan pemikiran yang tertuang di dalamnya dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

3. Wapres Gibran ikut hadir dalam peluncuran buku Yusril

Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di dalam sambutannya memuji Yusril karena konsisten mengabdi dalam pemerintahan dan berhasil bertahan di berbagai lintas rezim. Bahkan, Yusril sudah menjadi guru besar di bidang tata negara di usia yang tergolong muda yakni 42 tahun.

"Jadi siapapun Presidennya, Menterinya Prof. Yusril," ujar Gibran di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Putra sulung dari Presiden ke-7 itu mengatakan, kiprah Yusril di pemerintahan menunjukkan pengabdian yang tidak semata-mata didasarkan pada jabatan, melainkan pada kesetiaan kepada negara.

"Ini merupakan sebuah pengabdian yang berkesinambungan, lintas rezim," tutur dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in News

See More

ISIS Akui Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri Saat Salat Jumat di Pakistan

07 Feb 2026, 19:06 WIBNews