Surabaya, IDN Times - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama merekomendasikan dua nama bakal calon wakil presiden, yaitu Salim Segaf Al Jufri dan Abdul Somad. Keduanya dinilai sebagai figur ulama yang cocok untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019 kontra petahana Joko 'Jokowi' Widodo.
Terkait rekomendasi tersebut, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan indepedensi ulama di Tanah Air sebagai seorang pendidik. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua GNPF-Ulama Zaitun Rasmin menepis segala tudingan yang mengatakan bahwa baru periode ini sajalah ulama terlibat dalam urusan politik.
Artinya, ulama tidak bergabung dengan kubu oposisi untuk gerakan #2019GantiPresiden.
"Ini sudah menjadi tren di Indonesia. Kalau capresnya latar belakangnya kebangsaan, maka cawapresnya latarnya keumatan atau sebaliknya. Sejak proklamasi selalu ada perpaduan antara keumatan dan kebangsaan. Jadi harus dijawab agar tidak muncul pandangan miring kenapa ulama mau ditarik ke ranah politik. Itu tidak benar," kata Zaitun di acara Indonesia Lawyer Club TV One, Selasa (7/8).