Waketum Partai Golkar Idrus Marham menyatakan pihaknya menerima kekalahan Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta 2024. (IDN Times/Amir Faisol)
Dia juga menekankan, tujuan utama BoP adalah mengawasi dan mengimplementasikan 20 Poin Rencana Perdamaian Gaza. Rencana ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari gencatan senjata, pembebasan sandera, hingga rekonstruksi besar-besaran di wilayah konflik.
Menurut dia, Trump terlihat ingin memastikan posisi Amerika Serikat (AS) tetap menjadi poros utama dalam arsitektur keamanan Timur Tengah yang baru, tapi memberi celah bagi para pemimpin dunia lain yang bersedia bekerja sama dalam kerangka pemikiran itu.
Namun, prinsipnya, Indonesia tidak bergabung dengan niat menjadi pengikut arus politik AS, namun ada kebutuhan strategis agar suara negara-negara muslim tetap terdengar di meja perundingan.
Karena itu, ia menilai, tanpa keterlibatan aktif, Indonesia justru bisa tersingkir dan terisolasi dari proses pengambilan keputusan masa depan Palestina. Dia menilai, Indonesia justru melihat BoP sebagai forum untuk secara langsung mengadvokasi solusi dua negara.
Sebab, bergabung dengan BoP adalah bentuk keberanian politik untuk menerjemahkan prinsip bebas-aktif dari sikap pasif-menunggu menjadi aktif-membentuk.
“Perhatikan bagaimana Presiden Prabowo meyakinkan bahwa keterlibatan ini merupakan komitmen kemanusiaan Indonesia secara lebih efektif dan langsung kepada masyarakat di Gaza. Bukan sekedar ikut arus,” kata Idrus.
Skenario ini, menurut dia bukanlah tanpa pertimbangan matang. Indonesia merasa berpeluang masuk dan bisa berperan banyak di sana, didasarkan pada hubungan baik dengan berbagai pihak.
"Sehingga bisa mengambil peran kualitatif sebagai bagian dari blok penyeimbang bersama tujuh negara Muslim berpengaruh lainnya, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar," kata dia.