Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji menolak usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) harus berasal dari sistem kaderisasi partai.
Menurut Sarmuji, dalam proses rekrutmen politik, partai politik harus menyadari bahwa figur yang diusung merupakan calon pemimpin bangsa. Karena itu, ia menekankan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap individu terbaik untuk maju, baik yang berasal dari internal maupun dari luar partai politik.
"KPK mesti faham bahwa yang mau kita rekrut ini adalah calon pemimpin bangsa," ujar Sarmuji kepada wartawan, saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).
