Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
 Sidang Korupsi Nadiem Makarim
Sidang Korupsi Nadiem Makarim. (IDN Times/Aryodamar)

Intinya sih...

  • Colin Marson dari Google Asia Pacific menyerahkan spesifikasi Chromebook kepada Ibrahim Arief sebelum kajian pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kementerian.

  • Spesifikasi Chromebook yang diberikan mengacu pada merek Acer dan HP, serta memasukkan Chrome Device Management (CDM) dalam paket pengadaan TIK.

  • Pertemuan antara Colin Marson dengan Nadiem Makarim tak lama setelah Nadiem dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjadi bagian penting dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Head of Education Google Asia Pacific, Colin Marson, disebut menyerahkan spesifikasi Chromebook yang mengacu pada produk tertentu kepada eks konsultan teknologi di lingkungan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief alias Ibam.

Penyerahan itu dilakukan sebelum Ibrahim menyusun kajian pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kementerian.

Fakta tersebut terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/1/2026). Hakim Anggota Sunoto membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Strategic Partner Manager Google for Education, Ganis Samoedra Murharyono.

Perkara ini menjerat tiga terdakwa, yakni Ibrahim Arief, Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Mulyatsyah, serta Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek periode 2020–2021 yang juga menjabat KPA, Sri Wahyuningsih.

“Di dalam BAP Pak Ganis menerangkan bahwa Colin Marson, Head of Education Asia Pacific Google ya, telah memberikan spesifik Chromebook yang mengacu ke spesifikasi merek Acer dan HP kepada Ibrahim Arief,” ujar Hakim Sunoto saat membacakan BAP di persidangan.

Dalam BAP tersebut juga disebutkan, Colin Marson memerintahkan Ganis untuk berkoordinasi dengan Ibrahim Arief terkait produk Google, Chrome Device Management (CDM).

“Dan saksi diperintahkan Colin Marson untuk berkoordinasi dengan Ibrahim Arief terkait CDM karena Ibam adalah utusan dari Nadiem Makarim,” kata Sunoto.

Produk Chrome Device Management itu kemudian masuk dalam paket pengadaan TIK dan diperhitungkan sebagai bagian dari kerugian keuangan negara dalam perkara yang sedang disidangkan.

Hakim Sunoto lalu mengonfirmasi langsung keterangan tersebut kepada saksi.

“Nah pertanyaannya begini, apakah benar Colin Marson menyatakan kepada Saksi bahwa Ibrahim Arief adalah utusan dari Nadiem Makarim?” tanya Sunoto.

Ganis yang hadir sebagai saksi membenarkan isi BAP tersebut.

Hakim kembali melanjutkan pertanyaan terkait waktu penyerahan spesifikasi Chromebook.

“Apakah benar spesifikasi Chromebook diberikan langsung oleh Colin Marson kepada Ibrahim Arief sebelum Ibrahim Arief membuat kajian teknis untuk pengadaan TIK?” tanya Sunoto.

“Iya,” jawab Ganis singkat.

Dalam BAP tidak disebutkan secara rinci waktu penyerahan spesifikasi tersebut. Namun, terungkap bahwa Colin Marson pernah bertemu dengan Nadiem Makarim tak lama setelah Nadiem dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pertemuan itu disebut berlangsung sekitar November 2019.

Dalam perkembangan selanjutnya, Nadiem diduga memberikan arahan agar pengadaan TIK di Kemendikbudristek menggunakan produk Google, yakni Chromebook dan Chrome Device Management. Dugaan tersebut kini menjadi bagian penting dalam perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook yang tengah disidangkan.

Editorial Team