Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Papua Minta SPPG Manfaatkan Hasil Kebun-Ikan Lokal untuk MBG
Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri menekankan pentingnya pemanfaatan hasil kebun dan tangkapan ikan lokal untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Supiori.
  • Matius mengapresiasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Supiori yang dinilai berkualitas baik, serta mendorong keterlibatan masyarakat agar ekonomi lokal ikut tumbuh.
  • Supiori memiliki 12 titik SPPG, dengan lima sudah rampung dan sisanya ditargetkan selesai Juli 2026, sekaligus disiapkan sebagai proyek percontohan dapur MBG di Papua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gubernur Papua namanya Pak Matius datang ke Supiori. Ia lihat tempat baru buat masak makanan sehat untuk orang. Ia bilang petani dan nelayan boleh jual hasil kebun dan ikan mereka supaya semua bisa makan enak dan sehat. Sekarang beberapa tempatnya sudah jadi, tapi ada yang masih dibangun sampai nanti bulan Juli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kunjungan Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri ke Supiori menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan lokal melalui Program Makan Bergizi Gratis. Dengan memanfaatkan hasil kebun dan tangkapan ikan masyarakat, pembangunan SPPG tidak hanya meningkatkan gizi penerima manfaat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani dan nelayan setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri mengingatkan pentingnya pemanfaatan hasil kebun dan tangkapan ikan milik masyarakat lokal dalam mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Supiori. Hal ini dia ungkapkan saat meninjau pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Supiori.

"Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan pangan menjadi langkah strategis agar Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, khususnya bagi petani dan nelayan," katanya di Jayapura, melansir ANTARA, Sabtu (23/5/2026).

Matius mengapresiasi kualitas pembangunan SPPG di Supiori yang dinilai sangat baik dan menggunakan konstruksi permanen.

"Pada Jumat (22/5) kami melakukan kunjungan kerja ke SPPG Supiori guna melihat langsung pemanfaatan hasil pertanian dan perikanan lokal agar dapat menciptakan perputaran ekonomi di daerah," ujarnya.

Ia berharap Kabupaten Supiori dapat menjadi pilot project atau percontohan pembangunan dapur MBG di Papua, karena sebagian besar dapur MBG di daerah lain masih menggunakan konstruksi baja ringan.

“Dengan kesiapan infrastruktur yang terus dipacu, pemerintah berharap Program MBG di Supiori dapat berjalan optimal dan menjadi model pengembangan pelayanan gizi terpadu di daerah lain di Papua,” katanya.

Dia menambahkan saat ini Kabupaten Supiori terdapat 12 titik SPPG, dengan sembilan titik berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Dari jumlah tersebut, lima titik telah rampung 100 persen, sedangkan sisanya masih dalam tahap penyelesaian sekitar 60 hingga 70 persen dan ditargetkan seluruhnya selesai pada Juli 2026," ujar Gubernur Papua.

Editorial Team