Jakarta, IDN Times - Integritas menjadi harga mati dalam pelayanan jemaah haji Indonesia. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan komitmen tersebut saat memimpin Verifikasi Faktual Tenaga Pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M di Jeddah.
Irfan menekankan, tugas tenaga pendukung PPIH bukan sekadar pekerjaan administratif. Mereka mengemban amanah besar untuk melayani tamu Allah. Standar pelayanan, kata dia, tidak boleh ditawar.
"Setiap tenaga pendukung memiliki kewajiban moral untuk melayani jemaah dengan dedikasi penuh. Saya menuntut standar pelayanan terbaik, tidak boleh ada jemaah yang tidak terlayani dengan layak karena kelalaian petugas," ujar Irfan dalam keterangannya, dikutip Minggu (15/2/2026).
