Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ujian Sesungguhnya di Tanah Suci: Cerita Seru dari Diklat Petugas Haji 2026

Peserta Diklat PPIH saling mengucapkan selamat atas pengukuhan mereka sebagai petugas haji (IDN Times/Yogie Fadila)
Peserta Diklat PPIH saling mengucapkan selamat atas pengukuhan mereka sebagai petugas haji (IDN Times/Yogie Fadila)
Intinya sih...
  • Peserta Diklat PPIH Arab Saudi siap melayani Tamu Allah setelah 20 hari pelatihan
  • Ujian sebenarnya ada di Arab Saudi. Fisik harus kuat karena haji adalah ibadah fisik
  • Peserta merasa siap memitigasi masalah dan mencari solusi cepat, terbantu dengan materi bahasa Arab Amiyah, pentingnya stamina dan kekompakan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jumat (30/01/2026) menjadi hari yang emosional sekaligus membanggakan bagi ribuan peserta Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Setelah 20 hari penuh peluh, disiplin ketat, dan materi padat, mereka akhirnya siap dilepas untuk melayani Tamu Allah.

IDN Times berkesempatan ngobrol langsung dengan empat peserta dari berbagai daerah dan layanan tusi (tugas dan fungsi). Mulai dari urusan akomodasi, transportasi, hingga kesehatan. Ternyata, bekal yang mereka dapatkan gak cuma soal teori, tapi juga survival skill di lapangan!

Simak curhatan dan semangat mereka di bawah ini.

1. Ujian sebenarnya ada di Arab Saudi

Iskandar (kiri) dan Mayrozi (kanan), peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 (Dok. Istimewa)
Iskandar (kiri) dan Mayrozi (kanan), peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 (Dok. Istimewa)

Mayrozi, peserta asal Lampung yang akan bertugas di Akomodasi Daker Madinah Sektor 2, mengingatkan teman-temannya agar tidak cepat puas. Menurutnya, selesainya diklat justru adalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya.

Ia sangat mengapresiasi keseriusan Menteri Haji dan Umrah, KH. Irfan Yusuf Hasyim, dalam mempersiapkan petugas tahun ini. Dia berucap, "Hari ini ketika sudah selesai pendidikan, itu bukan berarti selesailah tugas kami. Kami belum bertugas. Keberhasilan diklat kali ini akan dilihat nanti setelah pelaksanaan haji 2026. Tapi nanti akan terlihat ketika kami berada di medan juang".

Mayrozi mengaku kini lebih siap memitigasi masalah dan mencari solusi cepat (problem solving) jika terjadi kondisi darurat di lapangan nanti.

2. Belajar Bahasa Arab Amiyah

Afif asal Jawa Timur, salah satu peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 (Dok. Istimewa)
Afif asal Jawa Timur, salah satu peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 (Dok. Istimewa)

Salah satu tantangan terbesar di Arab Saudi adalah komunikasi. Hal ini diakui oleh Afif Abdur Rokhim asal Jombang, Jawa Timur. Petugas Transportasi Sektor 7 Makkah ini merasa sangat terbantu dengan materi bahasa.

Uniknya, bahasa Arab yang diajarkan bukan bahasa baku (Fushah) seperti di pesantren, melainkan bahasa Amiyah (bahasa pasar/percakapan sehari-hari) yang lebih relevan dipakai ngobrol dengan sopir bus atau warga lokal di sana.

"Tambahan bahasa Arab yang biasanya kita di pesantren belajar bahasa Arab yang Fushah, di sini pakai bahasa Arabnya bahasa Arab yang Amiyah," kata Afif.

Senada dengan Afif, Iskandar yang juga dari Jombang (Tugas Akomodasi) merasa kecakapan muhadatsah (percakapan) sangat vital untuk mendukung mobilitas petugas.

"Kebetulan kami di tugas akomodasi terkait dengan pemondokan. Kebutuhan-kebutuhan para jemaah ini adalah yang menjadi concern kita untuk belajar bahasa Arab ini. Sehingga nanti mobilitas kita sebagai petugas haji Indonesia akan semakin prima," ungkap Iskandar.

3. Fisik harus kuat karena haji adalah ibadah fisik!

Safrizal dari Aceh, salah satu peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 (Dok. Istimewa)
Safrizal dari Aceh, salah satu peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 (Dok. Istimewa)

Gak cuma otak yang diasah, fisik juga ditempa. Safrizal dari Aceh yang bertugas di layanan Kesehatan menekankan pentingnya stamina. Ia bertugas mengingatkan jemaah (dan sesama petugas) bahwa kesehatan adalah kunci kemabruran haji.

"Kita dilatih untuk fisiknya (kuat). Karena ibadah haji adalah ibadah fisik," kata Safrizal.

Selain fisik, Safrizal juga menyoroti "kekompakan" yang terbentuk selama diklat. Hal ini juga diamini oleh Afif yang merasakan manfaat latihan PBB (Peraturan Baris Berbaris).

"Kita dibekali ilmu PBB untuk menjalin kekompakan, kekuatan kita agar di sana solid. Tim tidak bekerja sendirian untuk melayani para jemaah," katanya.

Sejumlah peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 berpose sebelum upacara pengukuhan (Dok. Istimewa)
Sejumlah peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 berpose sebelum upacara pengukuhan (Dok. Istimewa)

Keempat petugas ini sepakat bahwa puncak dari segala persiapan ini adalah kesuksesan di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Dengan bekal 20 hari ini, mereka memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar bisa memberikan layanan terbaik.

"Mudah-mudahan kita semua sebagai petugas haji Indonesia bekerja dengan maksimal... khususnya pada Armuzna pada puncak haji," tutup Afif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in News

See More

2.752 WNI Minta Bantuan Kepulangan ke KBRI Phnom Penh

30 Jan 2026, 23:59 WIBNews