Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Haji 2026: Layanan Fast Track Layani 125.234 Jemaah di Indonesia
Jemaah dari lintas negara mengerjakan umrah di awal musim haji 2026 (IDN Times/Yogie Fadila)
  • Kementerian Haji dan Umrah RI kembali mengoperasikan layanan fast track di empat bandara utama Indonesia untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi keberangkatan jemaah haji 2026.
  • Sebanyak 125.234 jemaah haji Indonesia memanfaatkan layanan fast track yang memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia sebelum keberangkatan.
  • Hingga 26 April 2026, tercatat 72 kloter dengan total 28.274 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci, sementara 45 kloter atau 17.747 jemaah sudah tiba di Madinah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Indonesia mau pergi haji. Pemerintah bikin jalur cepat namanya fast track supaya orang tidak lama antre di bandara. Ada di empat bandara besar, dan sudah dipakai lebih dari seratus dua puluh lima ribu orang. Sekarang banyak jemaah sudah berangkat dan ada yang sudah sampai di Madinah dengan senang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia kembali mengoperasikan layanan fast track atau Makkah Route bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini. Adapun, program ini bertujuan meningkatkan kenyamanan serta efisiensi layanan, khususnya dalam proses keimigrasian sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf menyampaikan, layanan fast track tersedia di empat bandara utama keberangkatan di Indonesia. Bandara tersebut, meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Dalam rangka meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan bagi jemaah haji Indonesia, layanan fast track atau kami sebut sebagai Makkah Route kembali dioperasikan di empat bandara keberangkatan utama di Indonesia tahun ini," kata Maria Assegaf, Minggu (26/4/2026).

1. 125 ribu lebih jamaah terlayani fast track

Jemaah dari lintas negara mengerjakan umrah di awal musim haji 2026 (IDN Times/Yogie Fadila)

Dalam keterangannya, Maria merinci di Bandara Soekarno-Hatta, layanan ini melayani jemaah dari tiga embarkasi, yakni Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 13.751 orang, Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 12.295 orang, serta Banten (JKB) sebanyak 9.218 orang.

Sementara itu, di Bandara Adi Soemarmo Solo tercatat sebanyak 29.133 jemaah memanfaatkan layanan ini. Adapun, di Bandara Juanda Surabaya jumlahnya mencapai 44.080 jemaah, dan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 16.757 jemaah.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Indonesia yang menikmati layanan fast track pada tahun ini mencapai 125.234 orang. Angka tersebut termasuk penambahan layanan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang baru dioperasikan tahun ini.

"Jadi secara keseluruhan kalau bisa kami total begitu, terdapat 125.234 jemaah haji Indonesia yang telah menikmati layanan fast track pada tahun ini, termasuk pada penambahan layanan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada tahun ini," kata Maria.

2. Proses keimigrasian jemaah haji selesai di Indonesia

Jemaah haji saa melaksanakan tawaf sunah usai puncak haji di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (13/6/2025). (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Maria menjelaskan, layanan fast track memungkinkan seluruh proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia sebelum keberangkatan jemaah. Dengan demikian, setibanya di bandara tujuan seperti Jeddah atau Madinah, jemaah tidak perlu lagi menjalani antrean panjang untuk pemeriksaan imigrasi.

"Setibanya di bandara Jeddah maupun di Madinah, jemaah tidak perlu lagi mengantri panjang membutuhkan waktu yang lama untuk proses imigrasi dan dapat langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke hotel," kata dia.

Ia menambahkan, keberadaan layanan ini sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. Pemerintah berharap, optimalisasi layanan fast track ini, penyelenggaraan ibadah haji dapat semakin nyaman dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi seluruh jemaah Indonesia.

“Hal ini tentu memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah, terutama bagi jemaah yang lanjut usia, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya,” kata dia.

3. Kemenhaj berangkatkan 72 Kloter jemaah haji

Tenda-tenda jemaah haji di Mina, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)

Sementara itu, Maria mengatakan, proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia melalui berbagai embarkasi di Tanah Air terus berlangsung dengan lancar. Data hingga Minggu (26/4/2026), tercatat sebanyak 72 kelompok terbang (kloter) dengan total 28.274 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sementara itu, untuk kedatangan di Madinah, tercatat sebanyak 45 kloter dengan jumlah 17.747 jemaah telah tiba secara bertahap. Para jemaah tersebut langsung diarahkan menuju akomodasi yang telah disiapkan.

"Jadi seluruh proses kedatangan ini telah berjalan dengan tertib dengan pendampingan penuh tentunya oleh petugas haji yang siaga memberikan layanan sejak di bandara hingga ke hotel," kata Maria.

Editorial Team