PSI Belum Mau Umumkan Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina, Ada Apa?

- PSI belum mau mengumumkan secara resmi posisi Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina dan meminta publik bersabar menunggu waktu yang tepat.
- Isyana menegaskan kegiatan Jokowi di berbagai daerah bukan safari politik, melainkan memenuhi undangan masyarakat setelah kesehatannya membaik.
- PSI kini fokus memperkuat struktur internal partai untuk menghadapi proses verifikasi administrasi dan faktual, bukan merekrut kader dari partai lain.
Jakarta, IDN Times – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum mau mengungkap secara gamblang terkait isu Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo, menjadi Ketua Dewan Pembina partai tersebut. PSI memilih meminta publik bersabar menunggu pengumuman resmi.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Ratu Isyana Bagoes Oka, menepis anggapan rangkaian kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah merupakan safari politik. Menurutnya, aktivitas Jokowi lebih kepada memenuhi berbagai undangan dari masyarakat, setelah kondisi kesehatannya membaik. Meski isu Jokowi bakal menduduki posisi strategis di PSI terus menguat, Isyana belum bersedia memberikan kepastian.
1. PSI minta publik tunggu pengumuman soal Jokowi

Saat ditanya mengenai peluang Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI, Isyana irit bicara, meski isu ini sebelumnya sempat disampaikan Wakil Ketua Pembina DPP PSI, Grace Natalie.
"Gini, kalau misal nanti coba dilihat lagi quote kutipannya (pernyataan Grace) seperti apa, tapi yang jelas kita tunggu saja," kata Isyana kepada awak media saat ditemui di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2026).
Ketika kembali didesak kapan pengumuman itu akan dilakukan, Isyana lagi-lagi belum mau membuka detailnya.
"Kita tunggu saja siapnya," ucapnya, singkat.
Pernyataan tersebut semakin menguatkan spekulasi bahwa PSI masih menyiapkan momentum yang tepat untuk mengumumkan posisi Jokowi di dalam partai.
2. PSI bantah Jokowi akan safari politik

Di tengah isu bergabungnya Jokowi ke PSI, ia dikabarkan akan menghadiri sejumlah kegiatan di berbagai daerah. Namun, Isyana menegaskan, agenda tersebut bukan safari politik.
"Ya jadi sebenarnya ini kan bukan safari politik. Ini bukan safari politik sebetulnya. Ini lebih ke arah bagaimana seperti yang sudah disampaikan Pak Jokowi itu memenuhi undangan-undangan dari masyarakat, termasuk juga kalau ada kegiatan-kegiatan di Partai Solidaritas Indonesia," ujarnya.
Menurut Isyana, Jokowi saat ini sudah kembali sehat, sehingga mulai memenuhi berbagai undangan yang sebelumnya belum bisa dihadiri.
"Tapi ini adalah bagaimana seperti yang disampaikan oleh Pak Jokowi, bagaimana pun juga ini adalah undangan dari masyarakat-masyarakat dan Pak Jokowi yang seperti disampaikan bahwa saat ini kondisinya sudah sehat, dan sudah bisa lagi memenuhi undangan yang ada dari seluruh masyarakat," kata dia.
Isyana menyebut, undangan tersebut dapat berasal dari masyarakat umum, relawan, maupun PSI. "Kita tunggu saja, yang jelas seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Jokowi, Pak Jokowi akan memenuhi undangan-undangan karena kondisinya sekarang sudah lebih sehat. Undangan-undangan itu bisa dari masyarakat, bisa dari relawan, maupun dari Partai Solidaritas Indonesia," tuturnya.
3. PSI fokus benahi struktur partai

Sementara itu, terkait adanya tudingan bahwa PSI tengah membujuk kader partai lain untuk bergabung, Isyana menegaskan, partainya saat ini lebih fokus pada penguatan internal. Menurut dia, PSI sedang mempersiapkan struktur organisasi untuk menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
"Kalau saat ini, PSI tengah fokus untuk membentuk struktur. Pembentukan struktur karena bagaimanapun juga seperti yang diketahui aturan dari yang ada adalah bagaimanapun kita harus bisa mengikuti verifikasi faktual, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Saat ini yang difokuskan adalah itu," ujar Isyana.
Meski belum ada kepastian mengenai posisi Jokowi di PSI, pernyataan "tunggu saja" yang berulang kali disampaikan Isyana membuat publik semakin penasaran dengan langkah politik selanjutnya dari mantan Presiden RI tersebut.

















