Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti serius kualitas demokrasi Indonesia dalam momentum peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Ia menegaskan, semangat pembebasan yang lahir dari KAA harus tercermin dalam praktik bernegara hari ini, terutama dalam menjaga kebebasan sipil dan ruang kritik publik.
Dalam seminar yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Hasto menilai meningkatnya pelaporan hukum terhadap kritik publik sebagai sinyal kemunduran demokrasi. Ia menekankan bahwa kritik semestinya dipahami sebagai bagian dari koreksi kebijakan, bukan ancaman terhadap pemerintah.
"Republik ini dibangun dengan dialektika pemikiran. Ketika kita mengkritik pemerintah, itu bukan berarti kita ingin pemerintah gagal. Sebaliknya, kritik adalah wujud cinta tanah air dan rasa sayang kita agar negara ini mencapai tujuannya dengan benar," kata Hasto, Sabtu (18/4/2026).
