Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Heboh! Anggaran Sepatu Sekolah Kemensos Capai Rp27,5 Miliar
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (IDN Times/ Fanny Rizano)
  • Kementerian Sosial mengalokasikan Rp27,5 miliar dari APBN 2026 untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu sekolah lokal dengan harga satuan sekitar Rp700 ribu.
  • Pengadaan dilakukan lewat metode e-purchasing sepanjang Januari–Desember 2026 tanpa rincian spesifikasi teknis sepatu yang akan dibeli.
  • Harga sepatu dalam rencana ini dinilai jauh di atas harga pasar, sementara pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat hingga lebih dari 200 ribu pada 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2026

Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu sekolah melalui paket Sepatu Sekolah Perlengkapan Siswa dari APBN 2026.

Januari hingga Desember 2026

Pengadaan sepatu sekolah dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun dengan metode e-purchasing oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial.

Tahun lalu

Jumlah siswa Sekolah Rakyat hampir mencapai 16 ribu peserta didik.

2026

Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30 ribu siswa di Sekolah Rakyat sehingga totalnya melampaui 45 ribu peserta didik.

2027

Menteri Sosial menyebut jumlah siswa akan bertambah lagi lebih dari 90 ribu sehingga total melebihi 100 ribu peserta didik.

2028

Target pemerintah agar jumlah siswa Sekolah Rakyat melebihi 200 ribu peserta didik tercapai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Sosial menganggarkan Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu sekolah dalam program Sepatu Sekolah Perlengkapan Siswa Sekolah Rakyat tahun anggaran 2026.
  • Who?
    Kementerian Sosial melalui Sekretariat Jenderal menjadi pelaksana pengadaan, sementara Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menjelaskan rencana perluasan program Sekolah Rakyat.
  • Where?
    Rencana pengadaan tercantum dalam dokumen RUP Kemensos di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), dengan kegiatan berlangsung secara nasional termasuk pembangunan di Lampung.
  • When?
    Pengadaan dijadwalkan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026, sesuai dengan tahun anggaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
  • Why?
    Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung penyediaan perlengkapan siswa dan memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang menargetkan peningkatan jumlah peserta didik.
  • How?
    Proses pengadaan dilakukan melalui metode e-purchasing menggunakan dana APBN 2026, namun spesifikasi teknis sepatu masih belum diketahui hingga saat ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kemensos mau beli banyak sepatu buat anak sekolah. Katanya ada uang Rp27 miliar buat beli lebih dari tiga puluh sembilan ribu pasang sepatu. Satu sepatu harganya tujuh ratus ribu rupiah. Tapi di toko, sepatu anak biasanya cuma seratus sampai tiga ratus ribu. Sekarang mereka lagi siap-siap beli buat tahun 2026 biar anak bisa sekolah di Sekolah Rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun angka anggaran pengadaan sepatu sekolah terlihat besar, rencana ini menunjukkan komitmen Kementerian Sosial dalam mendukung perluasan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Dengan target penambahan puluhan ribu siswa, penyediaan perlengkapan seperti sepatu dapat mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar peserta didik agar proses belajar berlangsung lebih layak dan setara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah efisiensi pemerintah, Kementerian Sosial (Kemensos) menganggarkan pengadaan sepatu sekolah sebesar Rp27 miliar pada 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk paket Sepatu Sekolah Perlengkapan Siswa Sekolah Rakyat dengan total 39.345 pasang sepatu.

Berdasarkan dokumen RUP Kementerian Sosial (Kemensos) Tahun Anggaran 2026 di SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), harga sepasang sepatu dianggaran Rp700 ribu. Dengan jumlah tersebut, total pagu anggaran mencapai Rp27.541.500.000 yang bersumber dari APBN 2026.

1. Pengadaan tahun ini

Menteri Sosial RI, saat mengunjungi sekolah rakyat di Lampung Saifullah Yusuf. (IDN Times/Muhaimin)

Pengadaan ini dilakukan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial melalui metode e-purchasing dan dijadwalkan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026. Pengadaan tersebut untuk mendukung program Sekolah Rakyat.

Namun, dokumen tersebut tidak merinci spesifikasi teknis sepatu apa yang akan dibeli. Informasi yang tersedia hanya menyebutkan sepatu sekolah sebagai produk dalam negeri, tanpa penjelasan terkait bahan, standar kualitas, atau keunggulan tertentu.

2. Harga sepatu lokal berkisar Rp100 sampai Rp200 ribu

Menteri Sosial RI, saat mengunjungi sekolah rakyat di Lampung Saifullah Yusuf. (IDN Times/Muhaimin)

Jika dibandingkan dengan harga di pasaran, sepatu sekolah lokal untuk anak SD umumnya dijual jauh lebih rendah. Sejumlah merek lokal seperti Homyped dan Carvil berada di kisaran Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per pasang. Sementara merek lain seperti Ando bahkan menawarkan produk di kisaran Rp80 ribu hingga Rp150 ribu.

Dengan rentang harga tersebut, rata-rata sepatu sekolah lokal berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per pasang. Artinya, harga Rp700 ribu dalam rencana pengadaan ini mencapai dua hingga empat kali lipat dari harga pasar untuk produk sejenis.

3. Target penambahan Rp30 ribu sekolah rakyat

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, meninjau kesiapan Sekolah Rakyat di Kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN) (Instagram/@sekretariat.kabinet)

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, mengatakan, pemerintah menargetkan perluasan akses pendidikan berkualitas melalui Sekolah Rakyat terus meningkat. Setelah hampir mencapai 16 ribu siswa pada tahun lalu, jumlah peserta didik ditargetkan bertambah lebih dari 30 ribu siswa pada 2026 sehingga totalnya melampaui 45 ribu siswa.

“Tahun depan sudah tambah lagi 60 ribu berarti sudah lebih dari 100 ribu, pada 2027 insyaallah tambah lagi lebih dari 90 ribu siswa. Sehingga pada 2028 sudah lebih 200 ribu siswa yang akan mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat,” kata pria yang disapa Gus Ipul saat mengunjungi pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung, Minggu (26/4/2026).

Editorial Team