Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hotel Indonesia di Saudi untuk Jemaah Haji Baru Bisa Dipakai 2027
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Proses pembelian hotel di Arab Sausi dilakukan Danantara

  • Untuk pertama kalinya Indonesia memiliki hotel di Arab Saudi

  • Hotel di Arab Saudi disebut kado istimewa untuk rakyat Indonesia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf mengatakan, hotel yang dimiliki Indonesia di Arab Saudi baru bisa digunakan pada 2027. Dengan begitu, jemaah haji 2026, belum bisa memanfaatkannya.

"(Pada) 2026 belum bisa (digunakan), kemungkinan 2027 baru bisa," ujar Irfan di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

1. Proses pembelian dilakukan Danantara

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan melantik puluhan pejabat eselon 1 hingga eselon 4 di Kementerian Haji dan Umrah. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Irfan menjelaskan, hotel yang baru dibeli Indonesia itu berada di kawasan Tahrir, Makkah. Proses negosiasi pembelian juga dilakukan oleh Danantara.

"Tapi hotel itu semuanya domainnya Danantara, kita hanya user aja. Jadi, kita gak memutuskan," ucap dia.

2. Untuk pertama kalinya Indonesia punya hotel di Arab Saudi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, Indonesia untuk pertama kalinya memiliki aset hotel di Arab Saudi.

"Sehingga, untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bila bisa memiliki aset di Arab Saudi," kata Prasetyo.

3. Kado istimewa untuk rakyat Indonesia

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo mengatakan, hal tersebut menjadi kado istimewa untuk Indonesia, terutama umat Muslim di Tanah Air.

"Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya," ucapnya.

Editorial Team