Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260202-WA0008.jpg
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer (IDN Times/Aryodamar)

Intinya sih...

  • Immanuel Ebenezer menyebut KPK isinya orang-orang bohong, licik, dan liar

  • Noel mengatakan kasusnya terjadi sebelum menjabat sebagai Wamen dan menuding ada pengusaha yang terganggu dengan kebijakannya

  • Immanuel Ebenezer didakwa bersama-sama telah melakukan pemerasan senilai Rp6,5 miliar dan Noel disebut mendapat keuntungan Rp70 juta serta menerima gratifikasi senilai Rp3,3 M dan Motor Ducati Scrambler

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) isinya orang-orang bohong, licik, dan liar. Sebab, KPK kerap melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

"KPK ini kan isinya orang-orang bocil: bohong, licik, dan liar. Gitu. Jadi jangan kurang ajar mereka. OTT-OTT sedikit-sedikit OTT. Ya, sampaikan ke KPK-KPK itu. OTT-OTT dikit-dikit OTT, nipu semua. Kalau nggak O-Tipu-tipu, kalau nggak O-Tipu-tipu, O-Titipan," ujar Immanuel Ebenezer sesaat sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).

Noel mengatakan kasusnya terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Wamen. Ia menuding ada pengusaha yang terganggu dengan kebijakannya.

"Apalagi narasinya saya dibilang memeras pengusaha. Yang ada jutaan buruh diperas oleh pengusaha. KPK ke mana KPK?" ujarnya.

"Kerjaannya OTT-OTT. Jutaan buruh tuh diperas pengusaha, diperas outsourcing. Ke mana itu KPK-KPK itu?" Lanjutnya.

Immanuel juga menyinggung pernyataan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo yang sebelumnya meminta agar dirinya fokus pada persidangan. Menurutnya, Budi Prasetyo bukan juru bicara, tetapi juru nyinyir.

"Yang bisa perintah saya pengadilan, bukan juru nyinyir. Eh juru nyinyir atau juru bicara tuh KPK-KPK itu? Juru nyinyir bukan jubir tuh, si Budi-Budi itu ya. Yang bisa perintah saya pengadilan, bukan juru bicara, apalagi komisioner KPK," ujarnya.

Sebelumnya, Immanuel Ebenezer didakwa bersama-sama telah melakukan pemerasan senilai Rp6,5 miliar. Selain itu, Noel disebut mendapat keuntungan Rp70 juta serta menerima gratifikasi senilai Rp3,3 M dan Motor Ducati Scrambler.

Noel didakwa bersama sepuluh pihak lainnya. Mereka adalah Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang; Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025; Anitasari Kusumawatiselaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020

Lalu, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025;

Kemudian, Sekasari Kartika Putri selaku Subkoordinator; Supriadi selaku koordinator; Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

Editorial Team