Jakarta, IDN Times – Pemerintah Inggris tengah merancang pertemuan bersama 35 negara untuk membahas langkah membuka kembali Selat Hormuz yang tertutup imbas konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Rencana itu diumumkan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer pada Rabu (1/3/2026). Ia menyebut Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper akan memimpin forum virtual pada Kamis (2/3/2026), yang menjadi upaya perdana kelompok tersebut menyusun langkah konkret setelah pertempuran berakhir.
Starmer menjelaskan, agenda pertemuan akan mencakup opsi diplomasi dan politik guna memulihkan kebebasan pelayaran, menjamin keamanan kapal beserta awaknya, serta menghidupkan kembali distribusi komoditas penting. Gambaran lanjutan rencana tersebut juga disampaikan terkait koordinasi militer setelah pertemuan berlangsung.
“Setelah pertemuan itu, kami juga akan mengumpulkan perencana militer kami untuk melihat bagaimana kami dapat mengerahkan kemampuan kami dan membuat selat tersebut dapat diakses dan aman setelah pertempuran berhenti,” katanya, dikutip Al Jazeera.
