Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Barang Bukti yang Belum Diungkap Polisi Terkait Kasus Andrie Yunus
Olah tempat kejadian perkara penyiraman air keras Andrie Yunus (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Tim Advokasi untuk Demokrasi menilai ada barang bukti penting yang belum diungkap polisi, termasuk botol ungu diduga digunakan pelaku untuk menyiram air keras ke Andrie Yunus.
  • Botol tersebut terlihat dalam rekaman CCTV dan akhirnya ditemukan oleh saksi di lokasi kejadian sebelum diserahkan kepada tim Resmob Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.
  • Tim advokasi juga menyoroti temuan helm pelaku serta dugaan bahwa pelaku ikut terluka akibat air keras, meminta polisi menelusuri kemungkinan pelaku mendapat perawatan medis diam-diam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Tim Advokasi untuk Demokrasi menyebut masih ada sejumlah barang bukti yang belum diungkap oleh kepolisian dalam konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Perwakilan tim sekaligus kuasa hukum korban, Airlangga Julio, mengatakan ada barang bukti yang menurutnya belum disampaikan secara lengkap oleh Polda Metro Jaya.

1. Botol diduga dipakai menyiram air keras

Penampakan tubuh Andrie Yunus usai disiram air keras (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Julio mengatakan, barang bukti yang belum diungkap dalam konferensi pers kepolisian ialah botol yang diduga digunakan pelaku untuk menyiram air keras.

“Masih ada barang bukti yang belum disebut di konferensi pers, namun sudah kami berikan kepada tim dari Resmob Polda Metro Jaya. Salah satu barang bukti penting yang juga ingin kami garis bawahi dalam kesempatan ini adalah ditemukannya satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andrie Yunus,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan botol tersebut memiliki warna ungu dan diduga merupakan wadah minum alias tumbler yang cukup tebal.

“Botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumbler karena tebal,” kata dia.

2. Ditemukan oleh saksi di lapangan

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)

Julio juga menyebut botol tersebut terlihat dalam rekaman CCTV sebelum akhirnya ditemukan oleh saksi di lokasi kejadian.

“Dan kalau kawan-kawan perhatikan di rekaman CCTV, terlihat ada seperti botol yang terbuang dari motor terduga pelaku. Dan itu belum ditemukan pada awalnya oleh tim kepolisian, tapi ditemukan oleh saksi di lapangan dan berhasil diamankan, sehingga kami membawa dan membantu saksi tersebut untuk menyerahkan kepada tim dari Resmob Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Menurutnya, temuan tersebut penting untuk didalami lebih lanjut oleh penyidik. “Ini belum disebutkan oleh konferensi pers dalam Polda Metro Jaya dan kami ingin menggarisbawahi bahwa ini penting sekali untuk segera didalami lebih lanjut,” kata Julio.

3. Tim advokasi duga pelaku juga terluka

Pakaian dan helm Andrie Yunus setelah disiram air keras (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Julio juga menyoroti temuan helm pelaku dan pergerakan pelaku yang disebut sempat melawan arah setelah kejadian. Dari temuan itu, tim advokasi menduga pelaku kemungkinan turut terluka akibat air keras yang disiramkan.

“Kami ingin menekankan dari beberapa bacaan tim investigasi kami dan juga dari konferensi pers Polda Metro Jaya tadi dapat dilihat beberapa hal. Pelaku yang melakukan penyiraman air keras itu kemudian melawan arah. Dan ketika melawan arah kembali dan dia melintas di depan RSCM, dia melawan arah juga ke arah Megaria. Dan disampaikan juga diduga polisi telah menemukan helm pelaku,” ujarnya.

“Dari dua hal tadi, pertama botol yang kemungkinan dibuang oleh pelaku, dan pelaku yang melepas helm dan melawan arah dan mengemudi dengan cepat, kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka karena air keras sendiri yang dia siram,” lanjut Julio.

Ia pun meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan pelaku mendapatkan perawatan medis secara diam-diam. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum juga segera mencari tahu informasi lebih lanjut dan memeriksa semua fasilitas medis yang diduga punya kemampuan untuk secara diam-diam menyembuhkan pelaku.

“Karena hampir tidak mungkin seorang pelaku membuang botol yang merupakan barang bukti penting, mungkin saja dia buang karena tiba-tiba terciprat dengan fatal ke dirinya,” kata Julio.

Ia lantas mempertanyakan alasan pelaku melepas helm setelah kejadian yang justru berpotensi membuat identitasnya mudah terungkap oleh CCTV. Oleh sebab itu, pihakbya berkeyakinan pelaku juga terpapar cairan air keras.

“Dan apa sebabnya dia membuang helmnya sendiri? Kalau tidak, mungkin saja helmnya juga kena air keras dan melukai kepalanya. Masa ia dia melepas helm sehingga dia terpapar terhadap resiko dilihat oleh CCTV. Itu hampir mustahil rasanya kami bayangkan. Jadi, kami menduga dengan kuat kesimpulan kami, pelaku mungkin saja terluka juga karena air kerasnya sendiri yang dia siram,” imbuh dia.

Sebelumnya, penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus (27) terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) pukul 23.30 WIB. Akibat dari peristiwa itu, Andrie mengalami luka bakar di bagian dada, wajah, dan tangan.

Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat dibackup oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Polisi menerbitkan Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.

Editorial Team