Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia sudah mengirimkan sinyal tetap akan mengirimkan pasukan ke Gaza sebagai bagian dari fase kedua untuk perdamaian Palestina dan Israel. Pengiriman personel TNI tinggal menunggu komando dari Presiden Prabowo Subianto.
Namun, hingga saat ini belum ditentukan berapa jumlah personel TNI yang akan dikirim ke Gaza. Penentuan pengiriman pasukan akan ditentukan pada akhir bulan ini.
"Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan ini akan diputuskan berapa personel TNI yang akan berkontribusi (di bawah mandat BoP)," ujar Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (10/2/2026).
Dia mengatakan, personel TNI yang akan diberangkatkan ke Gaza memiliki pengalaman pernah ditugaskan ke misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salah satu misi perdamaian di mana Indonesia aktif terlibat, yakni di Lebanon lewat UNIFIL.
"Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana. Satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kami rekrut. Mereka mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana walaupun itu di wilayah Lebanon," kata dia.
Sementara, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan personel TNI sudah disiapkan untuk dikirim ke Gaza. Mereka sudah dapat dikirimkan kapan pun. Kementerian Pertahanan tinggal menunggu instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi, intinya kita sudah siapkan ya. Mabes TNI, Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Kita tinggal menunggu perintah," kata Donny.
