RI Gabung Board of Peace, TNI Tunggu Komando Prabowo Berangkat ke Gaza

- TNI siap terlibat dalam perdamaian Gaza, menunggu penugasan dari Presiden Prabowo Subianto.
- Prajurit yang terlibat dalam misi The United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon akan direkrut ulang.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan, menyatakan kesiapan TNI terlibat dalam misi perdamaian Gaza, menyusul bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Dia mengatakan, Panglima TNI tengah menyiapkan prajurit yang akan dikirim ke Gaza.
Menurut Donny, prajurit TNI hanya tinggal menunggu perintah resmi serta koordinasi lanjutan terkait waktu keberangkatan. Donny sedianya belum menyebut jumlah prajurit yang akan dikirim. Namun, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 5.000 sampai 8.000 prajurit TNI.
"Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap ya," kata Donny di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
1. Jumlah prajurit diputuskan akhir bulan ini

Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, mengatakan, jumlah prajurit TNI yang akan dikirim ke Gaza diputuskan akhir bulan ini. Namun, TNI siap terlibat dalam perdamaian Gaza, menyusul keterlibatan Indonesia dalam BoP.
Menurut dia, TNI memiliki sejumlah opsi untuk berpartisipasi aktif dalam misi perdamaian Gaza. Namun, TNI tinggal menunggu penugasan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Sampai sekarang kita banyak sudah ada beberapa opsi untuk bisa kita berpartisipasi aktif terhadap perdamaian di Gaza. Secara pastinya menunggu keputusan, akhir bulan inilah yang nanti akan ditandatangani langsung oleh Bapak Presiden," kata Tandyo.
2. Buka opsi rekrut ulang kontingen Garuda

Tandyo juga meminta publik tidak khawatir dalam misi ini karena TNI sudah memiliki rekam jejak yang panjang dalam misi perdamaian. TNI, kata dia, pernah dikirim dalam misi The United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Menurut dia, bukan tidak mungkin prajurit yang terlibat dalam misi tersebut untuk direkrut ulang dalam misi perdamaian Gaza terkait BoP. Sebab, TNI tidak akan mengirim prajuritnya yang belum pernah punya pengalaman terlibat dalam misi perdamaian internasional.
"Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana. Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008, ya, dari 2008 itu kita sudah mengirimkan Unifil ke sana sudah berkali-kali, dan orang-orang inilah nanti yang akan kita kirim ke sana," kata dia.
"Tentunya dia mempunyai pengalaman dari sisi medan dan bagaimana dia berkomunikasi dengan masyarakat di sana walaupun itu di wilayah Lebanon," ujar dia.
3. Media Israel sebut RI kirim pasukan ke Gaza

Sebelumnya, The Israel Post melaporkan, Indonesia diperkirakan menjadi negara pertama yang mengerahkan pasukan ke Gaza selama fase II gencatan senjata.
TNI akan berada di Gaza beberapa minggu, tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Washington untuk menghadiri KTT Perdamaian dan Kemakmuran yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari.
Selain itu, TNI diharapkan bisa mengawasi beberapa garis pertahanan di wilayah Khan Yunis dan Rafah di Gaza Selatan. Namun, baik Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) maupun TNI tidak diharapkan untuk mencari konfrontasi langsung dengan Hamas atau secara proaktif melucuti senjata mereka.
















