Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Perbedaan ETL dan Blackbox yang Sempat Disalah Kira oleh Tim SAR
Penampakan Black Box Pesawat ATR 42-500, Foto : IDN Times / Darsil Yahya.

Intinya sih...

  • ELT dan Black Box memiliki fungsi berbeda

  • Letak dan aktivasi ELT dan Black Box juga berbeda

  • Perbedaan wujud fisik dan tujuan penemuannya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat ATR 42-500 PK-THT, yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan perangkat yang memancarkan sinyal bahaya ini, semula dikira sebagai kotak hitam pesawat.

Danrem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengklarifikasi kekeliruan identifikasi tersebut.

"Sempat dikira black box tapi setelah dicek kembali ternyata bukan black box, walaupun warnanya sama, dan sudah dikonfirmasi oleh Basarnas ternyata ELT. Jadi saya klarifikasi bahwa itu bukan black box," kata Andre di Pos Aju Desa Tompobulu, Kabupaten Balloci, Pangkep, Minggu, 18 Januari 2026.

Berikut perbedaan ELT dan blackbox.

1. Fungsi utama ELT dan Black Box

Ilustrasi black box yang ada di pesawat. (www.aviationcv.com)

Dikutip dari International Civil Aviation Organization (ICAO), Emergency Locator Transmitter (ELT) adalah perangkat yang secara otomatis memancarkan sinyal bahaya pada frekuensi tertentu, ketika pesawat mengalami benturan keras. Fungsinya sebagai pemancar sinyal untuk memudahkan pencarian lokasi kecelakaan.

Sementara, black box adalah sebutan untuk dua perangkat vital, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Keduanya berfungsi merekam data teknis penerbangan dan percakapan di kokpit untuk keperluan penyelidikan.

2. Letak dan aktivasi black box dan ETL

Penampakan Black Box Pesawat ATR 42-500, Foto : IDN Times / Darsil Yahya.

Lebih lanjut, perbedaan juga terlihat dari letak dan cara aktivasi. ELT yang ditemukan di Gunung Bulusaraung berada di bagian depan pesawat. Perangkat ini dapat aktif secara otomatis akibat hentakan atau diaktifkan secara manual. Sementara, black box biasanya terpasang di ekor pesawat, yaitu bagian yang dianggap paling aman.

"Kalau black box terpasang di belakang, sementara konfirmasi dari tim yang menemukan, dia temukan di bagian depan pesawat, sehingga kami klarifikasi kalau itu bukan black box," ucap Andre.

3. Wujud fisik dan tujuan

Tim Sar Temukan serpihan pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung Pangkep, Minggu (18/1/2026) pagi.

Perbedaan mendasar lainnya adalah wujud dan tujuan penemuannya. Menurut ICAO, ELT dirancang khusus untuk memancarkan sinyal tanda bahaya. Warna fisiknya seringkali mirip dengan black box, yaitu jingga terang, sehingga kadang membingungkan di lokasi kejadian.

Sementara, black box meski disebut kotak hitam, justru berwarna jingga terang agar mudah terlihat. Tujuan penemuannya adalah untuk dianalisis, guna mengungkap penyebab kecelakaan. Berbeda dengan ELT yang lebih berfungsi sebagai penanda lokasi.

Editorial Team