Ilustrasi - Rumah warga Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram yang rusak parah dihantam gelombang tinggi, Rabu malam (21/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
BMKG juga mencatat adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan luas di beberapa jalur mudik udara, terutama di wilayah Laut Maluku dan bagian utara Papua. Peluang kemunculan awan tersebut bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 75 persen.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan, karena awan Cumulonimbus dapat memicu hujan deras, kilat, hingga turbulensi.
Di sektor kelautan, BMKG memprediksi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Maluku dan perairan utara Papua. Situasi ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut.
Selain itu, masyarakat pesisir juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian pada 14-19 Maret 2026 di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga sebagian wilayah Kalimantan.
Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi BMKG. Pemudik juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan selama mudik.