Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Prediksi Cuaca BMKG di Awal Mudik Lebaran 2026
Ilustrasi cuaca esktrem (IDN Times/Anata Siregar)
  • BMKG memprediksi cuaca awal mudik Lebaran 2026 relatif kondusif, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang di beberapa daerah.
  • Aktivitas atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby, dan Kelvin meningkatkan peluang hujan sedang hingga deras di Sumatra, Jawa, Sulawesi Selatan, serta Papua pada pertengahan Maret 2026.
  • BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi di Laut Maluku dan utara Papua serta banjir rob di sejumlah wilayah pesisir antara 14–19 Maret 2026 yang dapat mengganggu transportasi laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca pada awal periode mudik Lebaran 2026. Secara umum, cuaca saat awal mudik masih relatif kondusif di sebagian besar wilayah Indonesia. Kendati, masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga mengimbau masyarakat selalu memantau informasi cuaca dari sumber resmi, agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

1. Awal mudik relatif kondusif, tapi potensi hujan tetap ada

Ilustrasi ruas Tol MBZ. (Dok. PT JJC)

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia pada awal periode mudik masih cukup kondusif. Namun, potensi hujan dengan kilat atau petir dan angin kencang tetap perlu diwaspadai.

Faisal menekankan pentingnya masyarakat memantau pembaruan informasi cuaca sebelum dan selama perjalanan mudik. Dengan memeriksa prakiraan cuaca, pemudik dapat menyesuaikan rencana perjalanan agar tetap aman.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” ujar Faisal, Sabtu (14/3/2026).

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang belum jelas kebenarannya dan selalu merujuk pada kanal resmi pemerintah.

2. Aktivitas atmosfer tingkatkan peluang hujan di beberapa wilayah

Ilustrasi hujan deras. (IDN Times/Irwan Idris)

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.

Kondisi tersebut diperkuat oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang terjadi di sekitar wilayah Indonesia pada 13–20 Maret 2026. Kombinasi fenomena ini membuat dinamika atmosfer meningkat, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi terjadi pada 14-17 Maret di sebagian wilayah Sumatra serta Jawa bagian tengah dan timur. Sementara pada 18-20 Maret, peluang hujan diperkirakan meluas ke sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta kondisi atmosfer yang relatif labil juga turut memperkuat potensi terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah.

3. Waspadai gelombang tinggi dan banjir rob di wilayah pesisir

Ilustrasi - Rumah warga Lingkungan Bugis Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kota Mataram yang rusak parah dihantam gelombang tinggi, Rabu malam (21/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG juga mencatat adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan luas di beberapa jalur mudik udara, terutama di wilayah Laut Maluku dan bagian utara Papua. Peluang kemunculan awan tersebut bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 75 persen.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan, karena awan Cumulonimbus dapat memicu hujan deras, kilat, hingga turbulensi.

Di sektor kelautan, BMKG memprediksi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Maluku dan perairan utara Papua. Situasi ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut.

Selain itu, masyarakat pesisir juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi secara bergantian pada 14-19 Maret 2026 di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga sebagian wilayah Kalimantan.

Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi BMKG. Pemudik juga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara dalam kondisi hujan, serta memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan selama mudik.

Editorial Team