Jakarta, IDN Times - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum usai dituduh terlibat dalam kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo.
Kepala Badan Riset & Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam menilai, langkah ini diperlukan dalam menjaga etika politik serta kesehatan demokrasi. Tuduhan keterlibatan SBY dalam kasus ini adalah fitnah yang tidak berdasar.
"Pak SBY sama sekali tidak terlibat dan tidak pernah berada di balik isu tersebut. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi berjalan baik. Pak SBY sendiri saat ini tidak aktif dalam politik praktis, beliau fokus pada aktivitas sosial, seni dan olah raga,” kata Umam kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
