Gubernur Pramono Canangkan HUT ke-499 Jakarta, Jadikan Rasuna Said Simbol Transformasi Kota hingga Deklarasi Gerakan Pilah Sampah (jakarta.go.id)
Meski teknologi dan proyek besar terus disiapkan pemerintah, penanganan sampah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, peran anak muda menjadi penting dalam membangun kebiasaan baru yang lebih peduli lingkungan. Mulai dari memilah sampah rumah tangga, mengurangi plastik sekali pakai, hingga mengajak orang sekitar lebih sadar lingkungan lewat komunitas maupun media sosial. Langkah kecil seperti ini akan membawa dampak besar jika dilakukan bersama-sama.
Komitmen tersebut juga didorong oleh Pemprov DKI Jakarta. Saat membuka Pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026), Gubernur Pramono juga menggelar Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertema Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah di Jakarta.
Menurut Pramono, membangun Jakarta yang lebih bersih tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan dukungan dan kebiasaan baik dari seluruh warga.
Program Pemprov DKI Jakarta mendapat sambutan hangat dari warga. Angel (30), seorang karyawati swasta di kawasan Jakarta Selatan, mengaku antusias terlibat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Di lingkungan kerjanya, ia mulai membiasakan pemilahan sampah secara lebih tertata melalui gerakan Lunch Box Recycle, yakni program pengumpulan dan daur ulang kotak makan yang digunakan setiap hari.
Bagi Angel, perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ia meyakini, kebiasaan memilah sampah tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk hidup lebih bertanggung jawab. Upaya kecil yang dilakukan bersama-sama, menurutnya, dapat menjadi energi positif dalam mendukung gerakan lingkungan yang terus digalakkan pemerintah.
"Kalau bukan kita, siapa lagi? Masalah sampah harus kita atasi bersama, tidak bisa menggantungkan hanya pada satu pihak. Kan masing-masing kita pasti menghasilkan sampah? Jadi ya, harus dimulai dari diri sendiri juga," tutur Angel. (WEB)