Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, Kamis (26/11/2020) dini hari. Dia diduga menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya pada 2020.
Usai penetapan statusnya itu, Edhy langsung menyatakan mundur sebagai menteri KKP dan kepengurusan di Partai Gerindra.
"Saya mohon maaf pada seluruh keluarga besar partai saya. Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum (Gerindra) dan saya mohon diri tidak lagi jadi menteri," ujar Edhy dalam tayangan Kompas TV, Kamis (26/11/2020).
Edhy Prabowo disebut punya kedekatan yang erat dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin ketika Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo datang bersama ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 21 Oktober 2019 atau dua hari sebelum Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengumumkan susunan menteri barunya di Kabinet Indonesia Maju.
Sebagai Ketum Gerindra, saat itu Prabowo Subianto disimbolkan sebagai pengantar bagi Edhy Prabowo ke Presiden Jokowi untuk bisa dijadikan orang nomor satu di Kementerian KKP. Lantas, seperti apa perjalanan karier Edhi Prabowo hingga akhirnya menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju? Berikut ulasannya.
