Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenderal Maruli Beri Penghargaan KSAD Singapura, TNI Pernah Belajar Dapur MBG
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika menerima KSAD Singapura Mayor Jenderal Cai Dexian di Mabes TNI Angkatan Darat (AD). (Dokumentasi TNI AD)
  • Jenderal Maruli Simanjuntak menerima KSAD Singapura, Mayjen Cai Dexian, di Jakarta untuk memperkuat kerja sama militer dan stabilitas keamanan kawasan melalui latihan bersama serta pertukaran pengetahuan.
  • Dalam kunjungan itu, Maruli menganugerahkan Bintang Utama Kartika Eka Paksi kepada Mayjen Cai sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mempererat hubungan TNI AD dan Angkatan Darat Singapura.
  • Kerja sama kedua negara juga diwujudkan lewat pelatihan 24 prajurit TNI AD di Singapura guna mendukung program Makan Bergizi Gratis dan memperkuat ketahanan pangan militer Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jenderal Maruli dari Indonesia ketemu Jenderal Cai dari Singapura di Jakarta. Mereka ngobrol soal kerja bareng tentara supaya dua negara makin akur dan aman. Jenderal Maruli kasih penghargaan bintang ke Jenderal Cai, dan dulu Maruli juga pernah dapat medali dari Singapura. Sekarang mereka terus kerja sama latihan dan belajar bareng tentara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menerima kunjungan kehormatan dari KSAD Singapura, Mayor Jenderal Cai Dexian di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026. Kunjungan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat stabilitas keamanan kawasan melalui kerja sama militer kedua negara.

Bila ditelusuri ke belakang, ini bukan kali pertama Mayjen Cai berkunjung ke Mabes TNI AD. Pada Juli 2025, ia melakukan kunjungan perkenalan kepada sejumlah pejabat tinggi militer di Tanah Air. Termasuk kepada Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

"Kedua pimpinan angkatan darat membahas berbagai peluang kerja sama strategis, meliputi peningkatan kapasitas prajurit, latihan bersama, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman militer," ujar Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan, Selasa (5/5/2026).

Jenderal bintang satu itu menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama militer sebagai bagian dari kontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

"Kerja sama yang solid di antara kedua angkatan darat (AD) dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan keamanan regional yang kondusif," tutur dia.

Hubungan itu, kata Donny, diharapkan bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

1. KSAD berikan tanda kehormatan Bintang Utama Kartika Eka Paksi

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika menerima KSAD Singapura Mayor Jenderal Cai Dexian di Mabes TNI Angkatan Darat (AD). (Dokumentasi TNI AD)

Dalam kunjungan itu, Maruli juga menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia yakni Bintang Utama Kartika Eka Paksi kepada Mayjen Cai Dexian.

"Penghargaan itu merupakan kehormatan tertinggi dari TNI AD kepada tokoh militer asing, yang dinilai berjasa dalam membangun hubungan persahabatan dan kerja sama dengan TNI AD," kata Donny.

Merespons penghargaan yang diberikan Indonesia, Mayjen Cai menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ia juga menegaskan komitmen AD Singapura untuk terus memperkuat hubungan bilateral, dan meningkatkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik.

2. KSAD Maruli pernah terima medali kehormatan dari Singapura

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menerima penghargaan Medali Kehormatan Pingat Jasa Gemilang. (Dinas Penerangan TNI AD)

Kedekatan relasi militer kedua negara tercermin lewat penghargaan yang juga pernah diberikan Pemerintah Negeri Singa kepada Maruli. Pada April 2025, Maruli menerima penghargaan berupa Medali Kehormatan Pingat Jasa Gemilang atau Meritorius Service Medal (Medali Layanan Berjasa) dari Pemerintah Singapura. Jenderal bintang empat itu dianggap telah berjasa dalam meningkatkan kerja sama militer kedua negara.

Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, memberikan penghargaan itu secara resmi di Kantor Menteri Pertahanan (MINDEF) Singapura. Kontribusi Maruli yang dianggap mempererat relasi kedua negara, khususnya antara dua Angkatan Darat (AD) antara lain dalam program pertukaran profesional, latihan militer bersama, hingga kerja sama militer lainnya. 

"Menteri Pertahanan Singapura menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam membangun kemitraan yang kuat, saling menghormati dan produktif di antara kedua negara," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD kala itu, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, dalam keterangan tertulis.

Sebelum menerima penghargaan secara resmi, Menhan Ng sempat berbincang dengan Maruli membicarakan peningkatan kerja sama militer kedua negara.

"Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas kontribusi aktif TNI AD dalam membangun hubungan internasional yang solid dan profesional, terutama dalam mendukung stabilitas keamanan kawasan regional," tutur dia. 

3. Puluhan prajurit TNI pernah dikirim ke Singapura untuk kelola dapur MBG

Sebanyak 34 personel TNI Angkatan Darat (AD) dikirim ke Singapura, untuk mengikuti pelatihan manajemen Makanan di Army Combat Service Support Command (CSSCOM) Singapura. (Dokumentasi TNI AD)

Salah satu bentuk kerja sama erat TNI dan militer Singapura yakni mereka memberikan akses pelatihan bagi 24 prajurit TNI AD Pelatihan Manajemen Makanan di Army Combat Service Support Command (CSSCOM). Puluhan prajurit TNI AD itu mempelajari tentang program ketahanan pangan, untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan antara Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, ke Negeri Singa pada Juli 2025.

"Kolaborasi itu kemudian diformalkan melalui surat penawaran pelatihan dari Army Attache Republic of Singapore pada Agustus 2025 lalu," ujar Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD ketika itu, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana dalam keterangan tertulis.

Puluhan prajurit TNI AD itu, kata Wahyu, terdiri dari 26 personel TNI AD, empat anggota Persit Kartika Chandra Kirana, tiga pendamping militer dan satu peninjau. Mereka terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 832 pukul 11.50 WIB, dan sudah tiba di Bandara Changi pukul 14.35 waktu setempat.

Editorial Team