Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BPJS Kesehatan Optimalkan Mutu Layanan Lewat Program BPJS Menyapa
Komitmen peningkatan mutu layanan dalam Program JKN senantiasa dilakukan BPJS Kesehatan melalui Program BPJS Menyapa. Program yang menjadi salah satu Quick Wins Direksi BPJS Kesehatan tersebut telah menjangkau lebih dari 1,2 juta peserta JKN di berbagai daerah. (Dok. BPJS Kesehatan)
  • BPJS Kesehatan menjalankan Program BPJS Menyapa sebagai langkah proaktif meningkatkan mutu layanan JKN dan telah menjangkau lebih dari 1,2 juta peserta di berbagai daerah.
  • Program ini memungkinkan BPJS Kesehatan mendengar langsung pengalaman peserta agar evaluasi layanan tidak hanya berbasis data administratif, tetapi juga pengalaman nyata masyarakat.
  • Masukan dari peserta dan rumah sakit digunakan sebagai bahan evaluasi bersama untuk penyempurnaan pelayanan, memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPJS Kesehatan melaksanakan Program BPJS Menyapa untuk meningkatkan mutu layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui dialog langsung dengan peserta dan evaluasi bersama fasilitas kesehatan.
  • Who?
    Program ini dijalankan oleh BPJS Kesehatan di bawah arahan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, bersama peserta JKN dan pihak RS Bangli Medika Canti.
  • Where?
    Kegiatan supervisi dan dialog berlangsung di RS Bangli Medika Canti, Bali, serta diterapkan di berbagai daerah yang telah dijangkau lebih dari 1,2 juta peserta JKN.
  • When?
    Tinjauan lapangan dilakukan pada Jumat, 3 Juli, sementara pelaksanaan Program BPJS Menyapa terus berjalan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan peningkatan mutu layanan.
  • Why?
    Program ini bertujuan memastikan pelayanan JKN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta serta menghimpun masukan langsung untuk penyempurnaan kualitas layanan kesehatan.
  • How?
    Peningkatan mutu dilakukan melalui kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan, dialog dengan peserta JKN, pengumpulan masukan lapangan, serta kolaborasi evaluatif antara BPJS Kesehatan dan rumah sakit mitra.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komitmen peningkatan mutu layanan dalam Program JKN senantiasa dilakukan BPJS Kesehatan melalui Program BPJS Menyapa. Program yang menjadi salah satu Quick Wins Direksi BPJS Kesehatan tersebut telah menjangkau lebih dari 1,2 juta peserta JKN di berbagai daerah.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, mengatakan Program BPJS Menyapa ini dilakukan sebagai upaya proaktif untuk memastikan pelayanan berjalan optimal sekaligus menghimpun masukan peserta sebagai penyempurnaan kualitas layanan.

1. Pengalaman peserta indikator penting dalam mengevaluasi JKN

Kantor layanan BPJS Kesehatan Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Abdi menyebut pengalaman peserta merupakan salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kualitas penyelenggaraan Program JKN. Karena itu, BPJS Kesehatan tidak hanya melakukan pemantauan ke fasilitas kesehatan, tetapi mendengar langsung pengalaman peserta untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh terkait pelayanan yang diterima.

"Melalui Program BPJS Menyapa, kami ingin memastikan pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta. Pengalaman dan masukan yang disampaikan peserta menjadi bagian penting dalam proses evaluasi sehingga dapat menghasilkan rekomendasi peningkatan mutu layanan bersama fasilitas kesehatan," ujar Abdi saat melakukan tinjauan supervisi di RS Bangli Medika Canti, Bali pada Jumat (03/07).

2. Cara BPJS Kesehatan memperoleh masukan secara langsung

ilustrasi pegawai BPJS Kesehatan (antaranews.com/M Risyal Hidayat)

Abdi menjelaskan, melalui pendekatan langsung ke peserta, langkah ini menjadi salah satu cara BPJS Kesehatan memperoleh masukan secara langsung sehingga evaluasi layanan tidak hanya didasarkan pada data administratif, tetapi juga pengalaman nyata masyarakat saat mengakses layanan kesehatan.

"Setiap masukan yang kami terima menjadi bahan evaluasi bersama fasilitas kesehatan. Dengan begitu, berbagai hal yang telah berjalan baik dapat terus dipertahankan, sementara aspek yang masih perlu ditingkatkan dapat segera ditindaklanjuti demi memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada peserta JKN," kata Abdi.

Dalam kunjungan tersebut, Abdi berkesempatan berdialog langsung dengan peserta JKN yang sedang menjalani pelayanan hemodialisis di rumah sakit. Putu, begitu ia disapa, merasa puas dengan pelayanan yang ia terima selama menjalani proses cuci darah.

3. Masukan sebagai bagian dari evaluasi rumah sakit dalam penyempurnaan pelayanan

Suasana loket BPJS Kesehatan. (Dok. IDN Times/istimewa)

Menurutnya, kehadiran Program JKN sangat membantu dirinya menjalani proses cuci darah yang ia lakukan seminggu dua kali. Dengan iuran yang sangat terjangkau, ia sudah bisa mendapatkan pelayanan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

Selain itu, Abdi juga mengingatkan peserta JKN yang sedang menjalani pelayanan di rumah sakit agar memanfaatkan layanan Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu apabila membutuhkan informasi maupun bantuan selama proses pelayanan. Nama, foto, dan nomor kontak petugas BPJS SATU tersedia pada ruang-ruang publik di rumah sakit.

Sementara itu, Direktur RS Bangli Medika Canti, Ni Wayan Sri Wahyuni menegaskan rumah sakit yang ia pimpin berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sinergi yang terjalin dengan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan peserta JKN memperoleh pelayanan yang optimal.

Menurutnya, berbagai masukan yang diperoleh melalui dialog bersama BPJS Kesehatan maupun peserta menjadi bagian dari evaluasi rumah sakit dalam penyempurnaan pelayanan. Sejalan dengan upaya tersebut, RS Bangli Medika Canti terus memperkuat kapasitas layanan melalui penyediaan layanan UGD 24 jam, 21 layanan poliklinik, empat layanan spesialis dasar, tiga layanan subspesialis, serta 14 layanan spesialis.

"Kami mendukung penuh Program JKN dan senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN. Kami berharap sinergi yang terjalin dengan BPJS Kesehatan dapat berkesinambungan sehingga pelayanan kepada peserta semakin baik," katanya. (WEB)

Curated For You

Editorial Team

Related Article