Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Paus Leo Serukan Tradisi Lindungi Migran di Hari Kemerdekaan AS

Paus Leo Serukan Tradisi Lindungi Migran di Hari Kemerdekaan AS
potret Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV (commons.wikimedia.org/Edgar Beltran)
Intinya Sih
  • Paus Leo XIV menyerukan agar Amerika Serikat mempertahankan tradisi melindungi imigran dalam peringatan 250 tahun kemerdekaannya, menegaskan penghormatan terhadap martabat manusia melalui penerimaan dan perlindungan migran.
  • Dalam kunjungan ke Pulau Lampedusa, Paus meminta negara-negara Eropa menangani isu migrasi secara komprehensif serta membantu memperbaiki kondisi di negara asal para migran untuk mengurangi arus perpindahan.
  • Paus Leo XIV konsisten mengkritik kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump yang dianggap tidak manusiawi dan terus mendorong perlindungan bagi kelompok rentan, termasuk komunitas migran di Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Paus Leo XIV menyerukan agar Amerika Serikat (AS) tetap mempertahankan tradisi menerima dan melindungi para imigran saat memperingati 250 tahun Hari Kemerdekaan Negeri Paman Sam tersebut. Pesan itu disampaikan melalui surat resmi yang diterbitkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.

Paus yang menjadi pemimpin Gereja Katolik pertama kelahiran Amerika Serikat itu menegaskan penghormatan terhadap martabat manusia tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan terhadap kehidupan, tetapi juga dengan menyambut, melindungi, dan membantu para imigran yang datang mencari kehidupan yang lebih baik.

Dalam surat berjudul Letter of His Holiness Pope Leo XIV on the 250th Anniversary of the Founding of the United States of America, Paus Leo menyebut para imigran telah menjadi bagian dari sejarah Amerika sejak negara itu berdiri.

Seruan tersebut muncul di tengah kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump yang selama ini menuai kritik dari berbagai kelompok hak asasi manusia, termasuk Vatikan.

1. Paus: Imigran bagian dari sejarah Amerika

Ilustrasi situasi para warga Amerika Serikat menentang tindakan semena-mena terhadap imigran. pixabay.com/stocksnap-894430
Ilustrasi situasi para warga Amerika Serikat menentang tindakan semena-mena terhadap imigran. pixabay.com/stocksnap-894430

Dalam suratnya, Paus Leo XIV menekankan setiap manusia memiliki martabat yang diberikan oleh Tuhan sehingga harus dihormati dan dilindungi. Ia mengatakan, membela kehidupan manusia juga berarti memberikan perlindungan kepada para imigran.

“Membela kehidupan manusia juga mencakup menyambut, melindungi, dan membantu para imigran, yang harapan, pengorbanan, dan kontribusinya telah menjadi bagian dari sejarah negara ini sejak awal berdirinya,” tulis Paus Leo XIV, dikutip dari Time, Minggu (5/7/2026).

Ia juga menyebut menerima mereka yang datang mencari kebebasan, kesempatan, dan tempat untuk membangun kehidupan baru bukan hanya tindakan belas kasih, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

“Menyambut mereka yang datang mencari kebebasan, kesempatan, dan tempat untuk merasa menjadi bagian dari masyarakat bukan hanya tindakan kasih, tetapi juga pengakuan atas martabat yang dimiliki setiap manusia,”ujarnya.

Selain isu imigrasi, Paus Leo juga memuji tradisi kebebasan beragama di Amerika Serikat yang menurutnya menjadi salah satu fondasi penting negara tersebut. Menurutnya, kebebasan beragama merupakan bagian penting dari janji Amerika karena mampu melindungi martabat individu sekaligus menjaga kehidupan damai di tengah masyarakat yang beragam.

2. Kunjungi Lampedusa, Paus serukan perlindungan migran

Paus Leo XIV menyapa para peziarah dan pengunjung di Lapangan Santo Petrus di Vatikan saat berkumpul untuk berdoa Angelus, 25 Januari 2026. (Foto CNS/Vatican Media)
Paus Leo XIV menyapa para peziarah dan pengunjung di Lapangan Santo Petrus di Vatikan saat berkumpul untuk berdoa Angelus, 25 Januari 2026. (Foto CNS/Vatican Media)

Selain menyampaikan surat, Paus Leo XIV juga mengunjungi Pulau Lampedusa di Italia pada Sabtu (4/7/2026). Pulau yang berada di Laut Mediterania itu dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama para migran yang menyeberang dari Afrika menuju Eropa.

Dalam pidatonya, Paus kembali meminta para pemimpin Eropa untuk menangani persoalan migrasi secara menyeluruh.

“Persoalan migrasi harus ditangani secara komprehensif dengan mengintegrasikan upaya bantuan darurat ke dalam rencana jangka panjang yang mampu menerima, melindungi, mendukung, dan mengintegrasikan para migran,” ujarnya.

Ia juga menilai negara-negara Eropa perlu membantu memperbaiki kondisi di negara asal para migran sehingga faktor yang mendorong perpindahan penduduk dapat dikurangi.

Kunjungan ke Lampedusa telah diumumkan Vatikan sejak Februari lalu. Pulau tersebut setiap tahun menjadi persinggahan ribuan migran yang menempuh perjalanan berbahaya melintasi Laut Mediterania menuju negara-negara Eropa.

3. Konsisten kritik kebijakan imigrasi Trump

Paus Leo XIV
Paus Leo XIV (commons.wikimedia.org/Edgar Beltrán, The Pillar )

Seruan terbaru ini melanjutkan sikap Paus Leo XIV yang sejak awal masa kepemimpinannya dikenal vokal membela hak-hak migran. Sejak terpilih menjadi Paus pada Mei tahun lalu, ia beberapa kali mengkritik kebijakan pengetatan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump yang disebutnya sebagai kebijakan yang tidak manusiawi.

Dalam pertemuan dengan para diplomat dunia pada Mei tahun lalu, Paus Leo juga mengaitkan isu migrasi dengan latar belakang keluarganya.

“Kisah hidup saya adalah kisah seorang warga negara yang merupakan keturunan para imigran, yang kemudian memilih untuk bermigrasi,” katanya saat itu.

Pada Oktober tahun lalu, Paus bahkan dilaporkan menitikkan air mata setelah menyaksikan video yang memperlihatkan ketakutan para migran terhadap kebijakan deportasi di Amerika Serikat.

Sementara ketika pemerintah AS memperketat penegakan hukum terhadap komunitas migran di Chicago, kota kelahirannya, Paus Leo mengajak para pemimpin serikat pekerja untuk terus membela kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Meskipun kebijakan yang tepat diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat, saya mendorong Anda untuk terus memperjuangkan agar masyarakat menghormati martabat manusia dari kelompok yang paling rentan,” ujarnya.

Pada Juni lalu, Paus Leo juga menanggapi kritik Presiden Trump yang menyebut dirinya lemah terhadap kejahatan dan buruk dalam urusan kebijakan luar negeri setelah Gereja Katolik mengkritik perang antara AS, Israel, dan Iran.

“Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump ataupun untuk menyuarakan dengan lantang pesan Injil,” kata Paus Leo XIV.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More