Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jokowi Disebut Akan Keliling Indonesia Mulai Juni, PSI: Itu Klaim Projo Aja
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus. (IDN Times/Larasati Rey)
  • PSI menepis klaim Projo soal rencana Jokowi berkeliling Indonesia dan menyebut pernyataan itu tidak bisa dipercaya karena Projo pernah menyatakan tak lagi bermakna Pro Jokowi.
  • Bestari Barus menjelaskan PSI tengah melengkapi struktur partai hingga tingkat DPC dan DPRT di seluruh provinsi agar siap menghadapi proses verifikasi KPU menuju Pemilu 2029.
  • PSI berencana menyiapkan posisi khusus bagi Jokowi serta mempersiapkan wilayah dan massa sebelum memulai kegiatan keliling Indonesia setelah struktur partai rampung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menepis pernyataan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal relawan Projo, Freddy Alex Damanik bahwa Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo akan mulai berkeliling Indonesia pada Juni 2026. Menurut Bestari, apapun yang disampaikan oleh Projo tak lagi bisa dipercaya.

Sebab, pada November 2025 lalu, Ketua Umum Projo pernah menyatakan dengan tegas Projo tak bermakna Pro Jokowi. Bahkan ketika itu, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sempat menyampaikan ingin mengganti logo Projo yang selama ini menggunakan sosok Jokowi.

"Oh, kalau itu bukan Pro Jokowi dia. Kan sudah ada videonya. Wah, itu mah klaim-klaim aja," ujar Bestari kepada IDN Times melalui telepon pada Jumat (15/5/2026).

Ia pun mengaku tidak tahu menahu Projo kini mewakili kepentingan siapa. Sebab, pada akhir tahun lalu, Budi sempat menyebut tak mau lagi mengaitkan Projo dengan sosok mantan Wali Kota Solo itu. Bahkan, Bestari menambahkan, kondisi kesehatan Jokowi hanya diketahui oleh mantan Presiden dua periode itu dan dokter kepresidenan.

"Itu sih klaim-klaim doang. Mana ngerti mereka soal kami mau jalan (keliling Indonesia). Kan gak pernah ada diskusi juga dengan PSI kan," tutur dia.

1. PSI masih lengkapi struktur hingga ke tingkat DPC pada Juni 2026

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Papua Pegunungan pada Jumat (8/5/2026)(Dok. DPP PSI)

Lebih lanjut, mantan politikus NasDem itu mengatakan pada Juni mendatang, PSI masih melengkapi struktur partai hingga ke tingkat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di 38 provinsi. Bestari menyebut, tersisa dua provinsi lagi yang belum lengkap agar bisa lolos proses verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Bulan depan kami masih menyiapkan apa yang diperintahkan oleh Pak Jokowi yakni untuk melengkapi apa yang namanya struktur (partai). Kami sedang menyiapkan struktur hingga ke tingkat DPC," kata Bestari.

"Sekarang, kami lanjutkan hingga ke level DPRT (Dewan Pimpinan Ranting) yang mencakup desa dan kelurahan. Hanya satu atau dua provinsi lagi lah yang belum memenuhi. Sudah 90 persen lah prosesnya," imbuhnya.

Bestari optimistis struktur PSI mampu melengkapi struktur tersebut lantaran masih memiliki waktu yang cukup panjang menjelang pemilu 2029. "Waktu untuk verifikasi kan masih ada satu tahun lebih," tutur dia.

2. PSI akan siapkan posisi khusus bagi Jokowi

Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)

Ketika ditanyakan apakah PSI mulai berkeliling Indonesia pada akhir 2026, Bestari menyebut langkah itu baru dimulai setelah mengenalkan posisi baru bagi Jokowi di partai berlambang gajah itu. "Kira-kira nanti setelah Pak Jokowi diumumkan posisinya di PSI," ujar Bestari.

Saat dikonfirmasi apakah posisi yang disiapkan bagi Jokowi di PSI merupakan Ketua Dewan Pembina, Bestari enggan membocorkan. Ia malah berseloroh agar pertanyaan itu ditanyakan ke Projo.

"Ya, nanti dong (dikasih tahu posisi Jokowi di PSI). Atau mau nanya saja ke Projo?" katanya sambil tertawa.

3. PSI akan siapkan lapangan dan massa sebelum berkeliling Indonesia

Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) serta pelantikan Pengurus DPW PSI Papua Barat Daya yang digelar di Sorong, Selasa (5/5/2026)(Dok. DPP PSI)

Saat ditanyakan area mana yang menjadi fokus PSI untuk dibidik suaranya, lagi-lagi Bestari enggan membocorkan. Ia mengatakan, dalam mengenalkan format baru, PSI akan menggunakan beberapa pendekatan, termasuk kebutuhan partai dan permintaan masyarakat.

"Katakan lah yang dilihat perkembangan di wilayah-wilayah garapan tertentu. Jangan sampai lebih banyak rombongan daripada yang mendatangi. Jadi, kami siapkan dulu wilayahnya," kata Bestari.

Sehingga pada Juni mendatang, katanya, PSI masih fokus untuk menyelesaikan struktur partai hingga ke tingkat ranting di desa dan kelurahan.

Editorial Team