Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Indonesia pada 2019. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2019, luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia mencapai 328.724 hektare. Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan karhutla terparah pada tahun ini.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, area terbakar di wilayahnya mencapai 50.730 hektare, dengan jumlah titik panas mencapai 8.168 titik, dan 72 persen di antaranya terjadi di area lahan gambut.
Namun, terdapat satu wilayah di Provinsi Riau yang presentasi titik panasnya terendah, dengan angka 6 persen yaitu, Kabupaten Siak. Angka tersebut dapat dikatakan rendah, karena kabupaten ini memiliki lahan gambut terbesar di pulau Sumatera.
Bupati Kabupaten Siak Alferdi mengatakan 57 persen luas kawasan Kabupaten Siak berupa lahan gambut, yaitu mencapai 479.485 hektare. Dari total seluruh kawasan gambut tersebut, 21 persen di antaranya adalah lahan gambut dalam, dengan kedalaman 3-12 meter.
"Rendahnya persentasi hotspot (titik panas) adalah hasil dari upaya pencegahan karhutla Kabupaten Siak, yang diupayakan dari tahun ke tahun," ujar Alferdi dalam acara diskusi media Kabupaten Hijau, Upaya Siak Cegah Karhutla di Jakarta, Selasa (8/10) lalu.
