Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kala Marty Bawa Mercy Jadul dan Dino Kangen Suasana Istana
Mercedes-Benz Tiger tahun 1980 miliki mantan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa (dok. Istimewa)

Intinya sih...

  • Mantan Menlu Marty Natalegawa menumpangi Mercedes-Benz Tiger tahun 1980 ke Istana Kepresidenan Jakarta

  • Dino Patti Djalal merindukan suasana Istana Kepresidenan karena pernah bekerja sebagai juru bicara Presiden SBY.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jelang matahari tergelincir ke sore hari, sejumlah mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (3/2/2026). Mereka yang hadir, ada mantan Menlu Marty Natalegawa dan Retno Marsudi, Alwi Shihab serta mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal.

Namun, ada pemandangan menarik. Di tengah mobil keluaran 2015 ke atas yang terparkir di Istana Kepresidenan Jakarta, muncul Mercedes-Benz Tiger tahun 1980.

Rupanya, kendaraan tersebut yang membawa Marty Natalegawa. Marty keluar mengenakan batik cokelat, senada dengan Mercy jadul yang membawanya ke Istana. Mereka datang ke Istana karena diundang Presiden Prabowo Subianto.

1. Dino kangen suasana Istana

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara itu, Dino Patti Djalal mengaku rindu dengan suasa Istana Kepresidenan. Sebab, Dino juga pernah bekerja sebagai juru bicara Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"By the way, I miss this place," ucap Dino.

2. Bahas soal BoP

Mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Secara terpisah, Alwi Shihab mengatakan, salah satu agenda pertemuan dengan Presiden Prabowo terkait Indonesia masuk ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Keamanan untuk Gaza. Alwi mendukung Indonesia bergabung ke BoP.

"Mendukung lah, masa gak mendukung," kata Alwi.

3. Alasan Alwi Shihab mendukung

Mantan Menteri Luar Negeri, Alwi Shihab. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Alwi menjelaskan alasannya mendukung Indonesia bergabung BoP. Menurutnya, ini merupakan bagian dari Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.

"Justru itu yang perlu diperbaiki di dalam, jadi jangan sampai kalau kita tidak ikut, kita tidak bisa ngomong, tapi kalau kita di dalam (BoP), kita bisa ngomong, 'Jangan gitu dong, ini kan kita mau memperjuangkan Palestina, jangan hanya Israel saja yang diperhatikan'," tutur Alwi.

Editorial Team