Jakarta, IDN Times - Wilayah Jakarta diguyur hujan deras sejak Sabtu (21/3/2026) sore WIB. Kondisi ini menyebabkan air di kali Ciliwung meluap dan merendam sejumlah pemukiman di sekitarnya.
Selain itu, kawasan lain yang ikut terdampak adalah ruas jalan di Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Warga yang terdampak mulai mengamankan diri dan barang-barang berharga.
“Airnya cepat sekali naik, sampai setinggi dada, satu meter ada. Barang-barang yang bisa langsung saya pindahkan ke lantai dua, tapi ada juga yang tidak sempat karena saya tinggal sendiri," kata salah satu warga RT 01, Marsiyem mengutip ANTARA.
Adapun wilayah terdampak di kawasan tempat tinggal Marsiyem adalah warga di RT 01, 02, dan 10 RW 01. Marsiyem mengaku air mulai masuk ke dalam rumahnya kisaran pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang didapatkan Marisyem, kawasan pemukimannya terdampak banjir karena air meluap dari tanggul yang sudah tidak mampu menahan debit air sungai. Ketinggian air disebut meningkat tajam hingga lebih dari satu meter dalam kurun waktu tiga jam.
Melansir ANTARA, ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi. Mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter. Dilaporkan warga yang berada di lokasi yang lebih tinggi mulai memberishkan sisa lumpur yang terbawa banjir.
Kawasan lain yang terdampak adalah ruas Jalan Raya Bogor. Tepatnya kawasan pertigaan Hek, Kramat Jati yang merasakan ketinggian air hingga kisaran 50 sentimeter. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi daeri arah Cililitan menuju Pasar Rebo di kedua arah.
Air berangsur surut. Namun warga tetap diminta waspada akan potensi banjir susulan jika hujan turun dengan intensitas tinggi lagi.
